MAKALAH KERAGAMAN HEWAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Ekologi merupakan cabang ilmu yang
berfokus pada interaksi antar organisme dan juga keterkaitannya dengan
lingkungan baik itu biotik maupun abiotik. Dalam ekologi, organisme dianggap
tak bisa terpisah dari elemen lainnya sebab perkembangan serta pertumbuhannya
bergantung penuh pada organisme juga habitatnya. Salah satu cabang ilmu ekologi
adalah ekologi hewan. Adalah suatu cabang ilmu biologi yang secara mendalam
mempelajari hubungan timbal balik atau interaksi di antara hewan dan juga
lingkungannya mencakup biotik dan juga abiotik secara langsung maupun tak
langusng dan meliputi distribusi atau persebaran maupun tingkatan kelimpahan
hewan yang dikaji tersebut.
Hewan-hewan yang ada di Negara Indonesia dan Negara lain
sangat beragam dan banyak perbedaan.Perbedaan makhluk hidup khususnya hewan
disebabkan oleh bentuk tubuh, susunan tubuh, dan kebiasaan bertingkah laku yang
berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan makhluk hidup beraneka
ragam. Makhluk hidup yang beraneka ragam dapat dikelompokan berdasarkan
kesamaanya. Makhluk hidup atau individu sejenis digolongkan dalam satu
spesies.Perbedaan yang dijumpai dalam satu spesies tertentu disebut variasi.
Variasi didunia ini tentu sangat banyak. Dalam makalah ini yang akan saya
bahas adalah “KERAGAMAN PADA HEWAN”
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Apa
pengertian keragaman hewan serta faktor apa yang mempengaruhinya?
2.
Bagaimana
keragaman hewan di Indonesia?
3.
Apa
saja variasi yang ada pada hewan?
4.
Apa
pengertian spesiasi serta faktor/peran yang mempengaruhi terbentukanya
spesiasi?
- Apa saja faktor-faktor yang mengancam kepunahan pada hewan?
6.
Bagaimankah
sifat prilaku serta altruisme
pada hewan?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian
keragaman hewan serta faktor apa yang mempengaruhinya.
2. Untuk mengetahui keragaman hewan di
Indonesia.
3. Untuk mengetahui variasi yang ada
pada hewan.
4. Untuk mengetahui pengertian spesiasi
serta faktor/peran yang mempengaruhi terbentukanya spesiasi.
5. Untuk mengetahui faktor-faktor yang
mengancam kepunahan pada hewan.
6. Untuk mengetahui sifat prilaku serta
altruisme pada hewan?
1.4 Manfaat
Tulisan ini
diharapkan dapat memberikan informasi bagi para pembaca tentang Keragaman Hewan
Di Negara Indonesia maupun Negara lain.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian keragaman hewan serta faktor apa
yang mempengaruhinya
A. Pengertian
keragaman hewan
Keanekaragaman/keragaman hewan adalah keseluruhan variasi
berupa bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang dapat ditemukan pada hewan.
B. Faktor yang mempengaruhi keragaman pada hewan
1). Keragaman
Gen
Gen merupakan bagian kromosom
yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan
dari induk/orang tua kepada keturunannya.Susunan perangkat gen menentukan ciri
dan sifat pada individu yang bersangkutan. Keanekaragaman susunan perangkat gen
menentukan keanekaragaman individu. Setiap individu mempunyai susunan gen
yang berbeda dengan individu lainnya, walaupun termasuk kedalam jenis yang
sama. Variasi susunan gen pada individu-individu yang termasuk dalam jenis sama
akan mengakibatkan adanya variasi bentuk, penampilan, dan sifat yang
tampak akan berbeda.
2). Keragaman Jenis
Keanekaragaman ini lebih mudah diamati
daripada Keanekaragaman gen. Keanekaragaman hewan tingkat ini dapat ditunjukkan
dengan adanya beraneka macam jenis hewan.
3).
Keragaman Ekosistem
Ekosistem adalah
berbagai jenis makhluk hidup yang berinteraksi dengaan lingkungaannya.
Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik (iklim, air, tanah, udara,
cahaya suhu dan kelembaban) daan lingkungan kimia (salinitas, keasaman dan
mineral). Makhluk hidup disebut komponen biotik, lingkungan disebut komponen
abiotik. Interaksi dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen
biotik dengan komponen abiotik.Suatu tipe ekosistem tertentu mempunyai
kombinasi orgaanisme dan unsur lingkungan yang khas, berbeda dengan susunan
kombinasi faktor-faktor biotik dan abiotik pada ekosistem yang lain. Perbedaan
yang demikian disebut keanekaragaman ekosistem.
Keanekaragaman makhluk hidup dapat
terbentuk juga karena adanya perkawinan (persilangan) dan kondisi lingkungan
1) Perkawinan
(persilangan)
Perkawinan
dapat menghasilkan keanekaragaman. Perkawinan yang dimaksud adalah perkawinan
antar individu berbeda sifat, tetapi tergolong dalam jenis (spesies) yang sama.
Perkawinan
antara spesies yang berbeda mungkin dapat menghasilkan keturunan, tetapi
keturunannya itu tidak mampu menghasilkan keturunan yang baru. Yang mana
keturunan yang baru itu, merupakan keturunan yang steril.
Perkawinan
antar individu didalam jenis (spesies) yang sama akan menghasilkan keturuna
yang fertil. Artinya, keturunan tersebut mampu berkembang biak menghasilkan
keturunan berikutnya. Didalam spesies yang sama terdapat perbedaan sifat.
Perkawinan antar makhluk hidup yang berbeda sifat dapat menghasilkan keturunan
yang memiliki sifat baru. Keturunan dengan sifat yang baru tersebut merupakan
individu baru. Perkawinan demikian disebut pembastaran atau persilangan. Jadi, melalui
pembastaran akan muncul keanekaragaman yang baru.
2.2 Keragaman hewan di Indonesia
Jenis-jenis hewan yang
ada di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 220.000 jenis yang terdiri atas
lebih kurang 200.000 serangga (± 17% fauna serangga di dunia), 4.000 jenis
ikan, 2.000 jenis burung, serta 1.000 jenis reptilia dan amphibia. Pembagian
fauna menjadi dua kelompok didasarkan pada adanya Paparan Sunda dan Paparan
Sahul menjadi lebih jelas lagi daripada pembagian flora. Di sini dapat ditarik
garis pemisah yang lebih jelas yang disebut garis Wallace (ditemukan oleh
Alfred Russel Wallace). Beberapa jenis hewan, seperti ikan tawar dari kelompok
timur dan barat penyebarannya tidak pernah bertemu.
Akan tetapi, ada pula
hewan hewan, seperti burung, amphibia, dan reptilia yang sering kali antara penyebaran
kelompok timur dan barat saling tumpang-tindih. Paparan sunda sangat kaya akan
berbagai jenis mamalia dan burung; diperkirakan di kawasan ini terdapat ratusan
jenis burung dan 70% di antaranya merupakan penghuni hutan primer darat;
keanekaragaman ini jauh lebih tinggi daripada di Afrika. Indonesia terbagi
menjadi dua zoogeografi yang dibatasi oleh garis Wallace. Garis Wallace
membelah Selat Makassar menuju ke selatan hingga ke Selat Lombok. Jadi, garis
Wallace memisahkan wilayah Oriental (termasuk Sumatra, Jawa, Bali, dan
Kalimantan) dengan wilayah Australia (Sulawesi, Irian, Maluku,Nusa Tenggara
Barat, dan NusaTenggaraTimur).
Penelitian selanjutnya
dilakukan oleh Weber, seorang ahli zoology dari Jerman. Menurut Weber,
hewan-hewan yang ada di Sulawesi tidak semuanya tergolong kelompok hewan
Australia karena ada juga yang memiliki sifat-sifat Oriental sehingga Weber
berkesimpulan bahwa hewan-hewan Sulawesi merupakan hewan peralihan. Weber
kemudian membuat garis pembatas yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang
ke utara menuju Kepulauan Aru yang kemudian dikenal dengan nama garis Weber.Sebagai
bukti, Sulawesi merupakan wilayah peralihan, contohnya, di Sulawesi terdapat
Oposum dari Australia dan kera Macaca dari Oriental.
Fauna daerah Oriental
yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan serta pulau-pulau di sekitarnya
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1) Banyak
spesies mamalia berukuran besar, seperti badak, gajah, banteng, dan harimau.
Terdapat pula mamalia berkantung, tetapi jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak
ada.
2) Terdapat
berbagai macam kera, terutama di Kalimantan yang paling banyak memiliki
primata, misalnya, orang utan, kukang, dan bekantan.
3) Burung-burung
yang dapat berkicau, tetapi warnanya tidak seindah burung Australia, misalnya,
jalak bali (Leucopsar rothschildi), murai (Myophoneus melurunus), ayam hutan
berdada merah (Arborphila hyperithra), dan ayam pegar (Lophura bulweri).
Fauna
daerah Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, dan Nusa Tenggara relatif
sama dengan Australia. Ciri-ciri yang dimilikinya adalah sebagai berikut.
1) Mamalia
berukuran kecil. Di Irian dan Papua terdapat kurang lebih 110 spesies mamalia,
misalnya, kuskus (Spilocus maculates) dan Oposum. Di Irian juga terdapat 27
hewan pengerat (rodensial), dan 17 di antaranya merupakan spesies
endemik.
2) Banyak
hewan berkantung. Di Irian dan Papua banyak ditemukan hewan berkantung, seperti
kanguru (Dendrolagus ursinus).
3) Tidak
terdapat spesies kera. Spesies kera tidak ditemukan di daerah Australia, tetapi
di Sulawesi ditemukan banyak hewan endemik, misalnya, primata primitif Tarsius
spectrum, musang (Macrogalida musschenbroecki), babirusa, anoa, maleo, dan
beberapa jenis kupu-kupu.
4) Jenis
burung berwarna indah dan beragam. Papua memiliki koleksi burung terbanyak
dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia, kirakira 320 jenis, dan setengah di
antaranya merupakan spesies endemik, misalnya, burung cenderawasih.
2.3 Variasi
pada hewan
A.
Kelas Pisces
1)
Variasi
warna dan sisik pada ikan koi
Ikan
koi merupakan salah satu primadona di kelas ikan hias. Bentuknya yang mirip
ikan mas dengan warna dan jenis sisik yang beragam menambah daya tarik ikan
ini. Tidak hanya warna dan pola sisik yang menarik, ikan koi ini juga terkenal
dengan ukuran tubuhnya yang mampu mencapai ukuran jumbo.
Contoh:

Contoh:
a) Calico Oranda
Calico atau sering disebut
panca warna memiliki pola warna yang biasanya terdiri dari perpaduan kuning,
putih, hitam, merah, dan kebiru-biruan, dimana warna hitam ini bisa
berbentuk totol-totol. Ikan Hias Maskoki dengan warna ini
mempunyai tipe sisik transparan atau sakura. Dimana sisik tersebut tidak
mengkilat dan jika dilihat seperti tidak memiliki sisik. Ada juga dari jenis
Ikan Hias Maskoki Calico yang tidak memiliki lima warna pada tubuhnya.
b) Blue
Oranda
Blue Oranda adalah salah
satu warna yang cukup langka dan unik. Karena biru yang dimaksud bukanlah benar
berwarna biru tapi merupakan warna silver atau abu-abu yang kebanyakan
warna ini tercampur dengan warna coklat tembaga. Untuk warna blue ini dapat
disebut permanen, karena sudah dipastikan tidak akan mengalami mutasi lagi.
c) Red
Oranda
Ikan Maskoki Oranda
ini mempunyai warna merah/kuning/gold/oranye/ di kepala dan seluruh
tubuhnya. Warna merah bisa terlihat maksimak jika mendapatkan perawatan yang
dilakukan ditempat yang tersorot oleh cahaya matahari atau bisa dibantu
juga dengan pakan pencerah warna merah. Namun, jika perawatan dilakukan
pada tempat yang tidak tersorot oleh cahaya matahari, maka warna merah tersebut
akan memudar dan menjadi warna kuning atau orange.
d) Black
oranda
Oranda dengan warna hitam legam di seluruh
tubuhnya. Terdapat beberapa cara yang di efektif untuk mempertahankan
warna hitam yaitu dengan air bening, PH air relatif tinggi (7-8), sinar
matahari, pemkaian air dengan suhu yang relatif rendah, dan penggunaan pakan non
color enhancer.
e) Black
Gold Oranda (Apache)
Oranda yang satu ini mempunyai warna
merah/kuning/gold/oranye dan hitam pada tubuhnya. Penggunaan nama Black
Gold Oranda ini digunakan pada Ikan Hias Maskoki yang memiliki
sisik metalik. Warna tersebut biasanya muncul ketiak terjadi proses mutasi dari
red oranda yang belum selesai, kemudian diawali dengan warna hijau yang berubah
kehitaman lalu timbul warna kuning dari perut bawah yang merambat naik ke atas.
f) Green
Oranda
Oranda jenis ini mempunyai warna abu-abu atau hijau
kehitaman. Pada Ikan Maskoki dengan genetik warna merah
putih, merah, dan black, maka warna hijau ini merupakan warna yang belum
mutasi. Pada suatu waktu warna ini akan mengalami mutasi sesuai dengan genetik
asli warna tersebut.
g) Red
White Oranda
Oranda tersebut mempunyai warna merah dan
putih pada tubuhnya. Perawatan warna hampir sama dengan jenis Red Oranda namun,
pada saat penggunaan pakan pewarna untuk jenis ini harus diperhatikan
intensitasnya. Karena jika berlebih akan megotori bagian yang berwarna putih
dan membuat pola warna merah melebar.
h) White
Oranda
Oranda yang mempunyai warna putih penuh
pada sekujur sirip dan tubuhnya. Namun jika diberi pakan pewarna, maka
Oranda ini beresiko menimbulkan bercak warna merah yang menyebabkan tidak putih
penuh lagi.
i)
Sakura Oranda
Oranda jenis ini mempunyai sisik transparan
atau sisik sakura, sama dengan Calico namun bedanya adalah penamaan sakura
ini menjadi identik dengan Ikan Maskoki yang mempunyai sisik transparan dan
memiliki warna putih, merah, atau merah putih. Sakura
Oranda merupakan hasil persilangan dari jenis Calico dengan sisik
metalik merah putih atau merah. Pada awalnya, anakan Sakura Oranda
mempunyai warna seperti Calico namun warna hitam akan menghilang saat ikan
bertambah besar.
j)
Black
White Oranda
Oranda dengan warna ini termasuk warna yang
langka. Salah satu faktornya dikarenak genetik warna hitam putih untuk tipe
sisik metalik yang belum stabil. Mutasi masih suka terjadi biasanya pada
warna ini, sehingga diperlukan perawatan yang khusus untuk menjaga warnanya.
B.
Kelas amfibi
1). Variasi warna pada berbagai katak
Contoh:
a) Giant
Leaf Frog (Phyllomedusa bicolor)
Katak ini sangat menarik, juga dikenal
sebagai katak monyet, mengeluarkan racun ringan yang dapat memiliki berbagai
efek, mulai dari sedasi dan lambung berulah sampai halusinasi. Hebatnya,
suku-suku Amazon sengaja menggunakannya pada diri mereka sendiri. Mereka
menggunakannya untuk mengobati luka bakar atau luka luka lain di kulit untuk
mendapatkan perasaan penyegaran, serta efek opioid tertentu.
b) Dyeing
Dart Frog (Dendrobates tinctorius)
Katak ini adalah katak
Terbesar ketiga dari katak panah racun (poison dart frog), sekitar dua inci,
katak ini mempergunakan racun untuk membela diri dan terlihat dalam
berbagai warna dan pola. Apa yang benar-benar unik tentang katak panah racun
ini adalah cara suku-suku asli dari Guyana Shield memanfaatkannya. Mereka
memijat kulit beo muda dengan katak, dan efek racun dari racun katak membuat
bulu burung tumbuh dalam warna yang berbeda – hal inilah yang dijadikan nama
dari katak ini. Racun ini juga digunakan oleh suku-suku untuk tujuan berburu.
c) Red-backed
Poison Frog (Ranitomeya reticulatus)
Katak yang paling
beracun kedua dalam genusnya, setelah katak beracun splash-backed , adalah
katak beracun red-backed Peru (Ranitomeya reticulatus) yang memiliki
toksisitas yang dianggap ‘moderat’. Racun katak ini adalah neurotoksik ysng
berasal dari semut semut yang dia makan, lalu disimpan dalam kelenjar kulitnya
– dan dijadikan pertahanan yang ampuh terhadap calon penyerang yang tidak
mempedulikan warna-warna peringatannya.
d) Strawberry
Poison Dart Frog (Oophaga Pumilio)
Dengan kulitnya yang
merah, katak panah racun stroberi kecil, yang asli Amerika Tengah ini,.
Racunnya cukup kuat, menyebabkan pembengkakan dan sensasi terbakar, namun masih
jauh lebih lemah bila dibandingkan dengan genus katak panah racun Phyllobates.
Katak panah racun
stroberi memperoleh racun dari makanannya yaitu tungau. Tungau adalah spesies
yang arachnida kecil yang merupakan sumber utama dari alkaloid beracun
yang ditemukan di kulit katak
e) Blue
Poison Dart Frog (Dendrobates azureus)
Katak bungkuk
menakjubkan ini mungkin tidak seberacun Phyllobates yang terkenal diantara
katak panah racun lainnya, tapi itu tidak berarti dia tidak berbahaya.Racun
katak panah racun biru, dapat melumpuhkan atau membunuh predator yang
mengabaikan peringatan warna terang mereka, dan bahkan bisa berpotensi
mematikan untuk manusia.
f) Lovely
Poison Frog (Phyllobates lugubris)
Juga dikenal sebagai
katak panah beracun bergaris, katak racun yang indah dari Amerika Tengah ini
adalah katak yang paling kurang beracun dalam genus Phyllobates, namun masih
menghasilkan racun yang berbahaya. Jumlah toksinnya relatif rendah, mulai dari
nol sampai 0,8 mikrogram, namun katak ini masih jauh dari tidak berbahaya dan
dapat menyebabkan resiko gagal jantung pada predator yang memakannya.
g) Golfodulcean
Poison Frog (Phyllobates vittatus)
Katak racun Golfodulcean berwarna mencolok
dan dinamai dari garis-garis yang berada di punggungnya. Katak ini adalah katak
keempat yang paling beracun dari genus Phyllobates, mengandung racun kurang
dari tiga spesies didepannya dalam toksisitas., dengan racun yang dapat
menyebabkan sakit luar biasa, kejang ringan, dan bahkan dalam beberapa kasus,
menyebakan kelumpuhan
h) Splash-backed
Poison Frog (Ranitomeya variabilis)
Spesies yang tinggal di
pohon ini ditemukan di hutan hujan Ekuador dan Peru, katak beracun
splash-backed ini adalah katak yang paling beracun dalam genusnya, dengan
sekresi dari kulit yang dikatakan mampu membunuh hingga lima manusia. Warnanya
yang burik mungkin terlihat cantik, tetapi mengandung pesan yang sangat jelas
dan sederhana (Menjauhlah)
i)
Phantasmal Poison Frog (Epipedobates
tricolor)
Katak pembunuh ini
benar-benar kecil namun memiliki toksisitas yang memungkiri ukurannya. Kurang
dari Hanya setengah inci panjangnya, tapi merupakan paket pukulan yang sangat
kuat. Racunnya dengan mudah dapat membunuh calon predator maupun manusia,
tetapi juga unik karena fakta bahwa obat penghilang rasa sakit yang 200 kali
lebih kuat daripada morfin – bernama epibatadine – telah dikembangkan dari
katak ini. Mereka terancam punah di Ekuador, habitat aslinya, katak racun
Phantasmal banyak dipelihara di penangkaran oleh para ilmuwan yang juga
berusaha untuk mendapatkan toksin mereka.
j)
Kokoe Poison Dart Frog (Phyllobates
aurotaenia)
Phyllobates aurotaenia,
juga dikenal sebagai katak panah beracun kokoe, adalah yang terkecil dari tiga
katak paling beracun dari genus Phyllobates. Seperti spesies adiknya, katak ini
mengeluarkan batrachotoxins yang sangat ampuh melalui kulitnya. Racun yang
efeknya seperti asam, merembes melalui luka, dan mungkin pori-pori, menyebabkan
gejala mulai dari sakit yang tak tertahankan dan demam kejang serta kelumpuhan.
k) Black-legged
Dart Frog (Phyllobates bicolor)
Katak kedua yang paling
beracun di Bumi adalah katak panah beracun black-legged, atau Phyllobates
bicolor, ditemukan di barat Kolombia. Ini adalah sedikit lebih kecil dari Phyllobates
terribilis dan toksisitasnya juga tidak sekuat Phyllobates terribilis, tapi
sama sama berbahaya. Cukup 150 mikrogram dari racunnya yang diperlukan untuk
membunuh seseorang, dan kematian manusia telah dikonfirmasi. batrachotoxin
menyebabkan demam, sakit luar biasa, kejang dan, akhirnya, kematian dengan
kelumpuhan pernapasan dan otot.
.
l)
Golden Poison Frog (Phyllobates
terribilis)
Berasal dari pantai
Pasifik Kolombia, katak racun emas yang indah namun mematikan, Phyllobates
terribilis, adalah salah satu hewan paling beracun di planet ini. Cukup
kecil sehingga bisa dengan mudah berada di telapak tangan Anda. Katak ini
memiliki racun dalam sekresi kulit yang cukup kuat untuk membunuh 10 sampai 20
orang, atau dua gajah Afrika. Katak ini dikabarkan telah mengakhiri kehidupan
orang-orang yang telah menyentuhnya, sedangkan ayam dan anjing telah tewas
hanya karena kontak dengan bekas- bekas jejak katak ini.
Racun katak panah emas
ini adalah batrachotoxin yang membunuh dengan menghalangi impuls saraf tubuh, membuat
otot-otot kejang, dan akhirnya menyebabkan gagal jantung.
C. KELAS REPTIL
1).
Variasi ukuran tubuh dan bentuk pada berbagai Buaya.
Buaya adalah nama Indonesia untuk menyebutkan jenis reptil
yang berasal dari famili atau suku Crocodylidae. Selain buaya reptil ini juga
dikenal dengan nama nama yang berbeda di daerah daerah di Indonesia. Orang
Sunda atau Banjar menyebutnya buhaya, di Jawa Tengah & Timur reptil ini
disebut baya atau bajul, di Betawi disebut bekikok, bekatak, buaya katak (buaya
yang bertubuh kecil gemuk), senyulong, buaya jolong jolong (Melayu). Dalam
bahasa Inggris buaya disebut crocodile. Buaya termasuk hewan purba yang hanya
mengalami sedikit perubahan evolusi semenjak zaman dinosaurus. Boleh dikatakan,
buaya yang ada saat ini dengan yang ada pada zaman dinosaurus dulu relatif tidak
jauh berbeda atau berubah.
Berbagai macam jenis (spesies) buaya termasuk spesies buaya
di Indonesia memiliki ciri -ciri yang hampir sama. Pada umumnya habitat buaya
adalah di perairan air tawar seperti danau, rawa dan sungai, tapi ada juga
jenis buaya yang hidup di air payau seperti buaya muara. Buaya adalah pemangsa
yang menyergap mangsanya. Buaya menunggu mangsanya mendekat lalu akan
menerkamnya dengan tiba tiba.
Makanan buaya meliputi ikan, unggas dan beberapa mamalia.
Selain mampu bergerak dengan cepat dan tiba tiba, buaya juga mempunyai rahang
yang memiliki kemampuan mencengkeram yang sangat kuat. Tekanan gigitan rahang
buaya dipercaya sebagai yang terkuat. Tetapi ironisnya, otot otot yang
berfungsi untuk membuka mulut buaya sangat lemah. Pada satu percobaan terbukti
bahwa buaya tidak mampu membuka mulutnya yang sudah diplester dengan beberapa
lilitan saja.
Contoh:
a. Buaya muara (Crocodylus porosus).
a. Buaya muara (Crocodylus porosus).
Buaya muara adalah spesies buaya yang paling sering
ditemukan di Indonesia. Buaya muara adalah spesies buaya yang terbesar,
terpanjang dan terganas di antara jenis -jenis buaya lainnya di dunia. Buaya
muara juga memiliki habitat persebaran yang sangat luas, bahkan terluas
dibandingkan spesies buaya lainnya. Buaya muara dapat ditemukan mulai dari
Teluk Benggala (India, Sri Langka dan Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji.
Indonesia adalah habitat favorit buaya muara selain Australia.
b. Buaya siam atau buaya air tawar (Crocodylus
siamensis).
Buaya jenis ini sudah termasuk dalam daftar Critically
Endangered atau kritis. Buaya Siam diperkirakan berasal dari Siam. Buaya siam
selain di Indonesia dapat dijumpai pula di Thailand, Vietnam, Malaysia, Laos
dan Kamboja. Di Indonesia buaya siam hanya terdapat di Jawa dan Kalimantan.
c. Buaya Irian (Crocodylus novaeguineae).
c. Buaya Irian (Crocodylus novaeguineae).
Buaya Irian hanya terdapat di kepulauan Irian di Indonesia
dan Papua Nugini. Bentuk tubuh buaya yang hidup di air tawar ini mirip dengan
buaya muara tapi memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan berwarna lebih
hitam.
d. Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii).
D. Kelas Aves
1). Variasi warna bulu dan paruh pada berbagai jenis burung
Contoh:
a. Cendrawasih
(Suku Paradiseaidae)
Cendrawasih adalah salah satu kelompok
burung tropis yang paling indah dan populer di dunia. Tingkah laku burung
jantan saat musim kawin di pohon peragaan, membangkitkan decak kagum bagi
siapa pun yang melihatnya.Bagi Ornitolog (ahli burung), Cenderawasih dianggap
sebagai salah satu keluarga burung dengan modifikasi bentuk dan dekorasi tubuh
yang paling ekstrim, unik dan mencengangkan. Keanekaragaman dekorasi tubuh dari
masing-masing spesies Cendrawasih juga luar biasa. Tiap jenis memiliki hiasan
tubuhnya sendiri.Paruhnya sabit.
b. Toucan
(Rhampastosidae)
Paruhnya yang sangat besar dan
berwarna-warni serta tingkahnya yang lucu sangatlah menarik hati. Anggota suku
Rhampastidae meliputi 40 jenis, semuanya tersebar di Amerika tengah, Amerika
selatan dan Karibia. Marga Rhampastos meliputi 8 jenis. 3 diantaranya dapat
dilihat
c. Merpati
Hutan (Suku Columbidae)
Berbeda dengan merpati peliharaan, sosok
merpati hutan seringkali lebih indah dan berwarna warni seperti tampak
d. Burung
Madu (Nectariniidae)
Burung Madu adalah burung mungil yang
cantik. Tubuhnya didominasi oleh warna-warni yang menarik. Bahkan, seringkali
burung madu tampak berkilau di bawah terpaan cahaya mentari.. Berbeda
dengan jenis burung lainnya, burung madu memiliki paruh melengkung panjang
dengan ujung yang runcing. Paruh ini digunakan untuk mengisap sari madu yang
terdapat di dalam kelenjar madu bunga. Burung madu juga diketahui memangsa
laba-laba
E. Kelas
Mamalia
1).
Variasi warna bulu pada kelinci


3)
Variasi warna bulu,ukuran tubuh pada berbagai anjing
b.
Boxer
Ialah
salah satu ras murni anjing. Dalam klasifikasi anjing ras, Boxer termasuk kelompokanjing pelacak.
c.
Chow Chow
Adalah
salah satu ras anjing tertua di dunia yang berasal dari Cina Ciri-ciri utama dari anjing ini adalah bulunya
tebal dan lembut, mulut dan lidah berwarna hitam, serta kaki
belakang yang tidak bengkok sehingga membuat anjing ini berlari dengan kaku.
d.
Dalmatian
Adalah
nama jenis anjing yang dikenal dengan warna kulitnya yang putih dengan (pada
umumnya) noda-noda hitam. Variasi warna coklat juga kadang ditemukan walaupun
jauh lebih jarang.
e.
Golden Retriever
Adalah anjing
trah yang mulanya dibiakkan
sebagai anjing pemburu untuk mengambil burung hasil buruan yang sudah
ditembak.







































Tidak ada komentar:
Posting Komentar