Kamis, 10 Juli 2014



MAKALAH KERAGAMAN HEWAN 

BAB I
PENDAHULUAN



      1.1  Latar Belakang Masalah

Ekologi merupakan cabang ilmu yang berfokus pada interaksi antar organisme dan juga keterkaitannya dengan lingkungan baik itu biotik maupun abiotik. Dalam ekologi, organisme dianggap tak bisa terpisah dari elemen lainnya sebab perkembangan serta pertumbuhannya bergantung penuh pada organisme juga habitatnya. Salah satu cabang ilmu ekologi adalah ekologi hewan. Adalah suatu cabang ilmu biologi yang secara mendalam mempelajari hubungan timbal balik atau interaksi di antara hewan dan juga lingkungannya mencakup biotik dan juga abiotik secara langsung maupun tak langusng dan meliputi distribusi atau persebaran maupun tingkatan kelimpahan hewan yang dikaji tersebut.

Hewan-hewan yang ada di Negara Indonesia dan Negara lain sangat beragam dan banyak perbedaan.Perbedaan makhluk hidup khususnya hewan disebabkan oleh bentuk tubuh, susunan tubuh, dan kebiasaan bertingkah laku yang berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan makhluk hidup beraneka ragam. Makhluk hidup yang beraneka ragam dapat dikelompokan berdasarkan kesamaanya. Makhluk hidup atau individu sejenis digolongkan dalam satu spesies.Perbedaan yang dijumpai dalam satu spesies tertentu disebut variasi. Variasi didunia ini tentu sangat banyak. Dalam makalah ini yang akan saya bahas adalah “KERAGAMAN PADA HEWAN


1.2   Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian keragaman hewan serta faktor apa yang mempengaruhinya?
2.      Bagaimana keragaman hewan di Indonesia?
3.      Apa saja variasi yang ada pada hewan?
4.      Apa pengertian spesiasi serta faktor/peran yang mempengaruhi terbentukanya spesiasi?
  1. Apa saja faktor-faktor yang mengancam kepunahan pada hewan?
6.      Bagaimankah sifat prilaku serta altruisme pada hewan?

1.3  Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengertian keragaman hewan serta faktor apa yang mempengaruhinya.
2.      Untuk mengetahui keragaman hewan di Indonesia.
3.      Untuk mengetahui variasi yang ada pada hewan.
4.      Untuk mengetahui pengertian spesiasi serta faktor/peran yang mempengaruhi terbentukanya spesiasi.
5.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang mengancam kepunahan pada hewan.
6.      Untuk mengetahui sifat prilaku serta altruisme pada hewan?

1.4  Manfaat
Tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi para pembaca tentang Keragaman Hewan Di Negara Indonesia maupun Negara lain.













BAB II
PEMBAHASAN



2.1   Pengertian keragaman hewan serta faktor apa yang mempengaruhinya

A.    Pengertian keragaman hewan

Keanekaragaman/keragaman hewan adalah keseluruhan variasi berupa bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang dapat ditemukan pada hewan.

B.      Faktor yang mempengaruhi keragaman pada hewan

1). Keragaman Gen
Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya.Susunan perangkat gen menentukan ciri dan sifat pada individu yang bersangkutan. Keanekaragaman susunan perangkat gen menentukan keanekaragaman individu. Setiap individu mempunyai  susunan gen yang berbeda dengan individu lainnya, walaupun termasuk kedalam jenis yang sama. Variasi susunan gen pada individu-individu yang termasuk dalam jenis sama akan mengakibatkan adanya variasi bentuk,  penampilan, dan sifat yang tampak akan berbeda.
2).  Keragaman Jenis
Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada Keanekaragaman gen. Keanekaragaman hewan tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam jenis hewan.


3). Keragaman Ekosistem

Ekosistem adalah berbagai jenis makhluk hidup yang berinteraksi dengaan lingkungaannya. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik (iklim, air, tanah, udara, cahaya suhu dan kelembaban) daan lingkungan kimia (salinitas, keasaman dan mineral). Makhluk hidup disebut komponen biotik, lingkungan disebut komponen abiotik. Interaksi dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen biotik dengan komponen abiotik.Suatu tipe ekosistem tertentu mempunyai kombinasi orgaanisme dan unsur lingkungan yang khas, berbeda dengan susunan kombinasi faktor-faktor biotik dan abiotik pada ekosistem yang lain. Perbedaan yang demikian disebut keanekaragaman ekosistem.

Keanekaragaman makhluk hidup dapat terbentuk juga karena adanya perkawinan (persilangan) dan kondisi lingkungan
1)      Perkawinan (persilangan)
Perkawinan dapat menghasilkan keanekaragaman. Perkawinan yang dimaksud adalah perkawinan antar individu berbeda sifat, tetapi tergolong dalam jenis (spesies) yang sama.
Perkawinan antara spesies yang berbeda mungkin dapat menghasilkan keturunan, tetapi keturunannya itu tidak mampu menghasilkan keturunan yang baru. Yang mana keturunan yang baru itu, merupakan keturunan yang steril.
Perkawinan antar individu didalam jenis (spesies) yang sama akan menghasilkan keturuna yang fertil. Artinya, keturunan tersebut mampu berkembang biak menghasilkan keturunan berikutnya. Didalam spesies yang sama terdapat perbedaan sifat. Perkawinan antar makhluk hidup yang berbeda sifat dapat menghasilkan keturunan yang memiliki sifat baru. Keturunan dengan sifat yang baru tersebut merupakan individu baru. Perkawinan demikian disebut pembastaran atau persilangan. Jadi, melalui pembastaran akan muncul keanekaragaman yang baru.


2.2   Keragaman hewan di Indonesia

Jenis-jenis hewan yang ada di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 220.000 jenis yang terdiri atas lebih kurang 200.000 serangga (± 17% fauna serangga di dunia), 4.000 jenis ikan, 2.000 jenis burung, serta 1.000 jenis reptilia dan amphibia. Pembagian fauna menjadi dua kelompok didasarkan pada adanya Paparan Sunda dan Paparan Sahul menjadi lebih jelas lagi daripada pembagian flora. Di sini dapat ditarik garis pemisah yang lebih jelas yang disebut garis Wallace (ditemukan oleh Alfred Russel Wallace). Beberapa jenis hewan, seperti ikan tawar dari kelompok timur dan barat penyebarannya tidak pernah bertemu.
Akan tetapi, ada pula hewan hewan, seperti burung, amphibia, dan reptilia yang sering kali antara penyebaran kelompok timur dan barat saling tumpang-tindih. Paparan sunda sangat kaya akan berbagai jenis mamalia dan burung; diperkirakan di kawasan ini terdapat ratusan jenis burung dan 70% di antaranya merupakan penghuni hutan primer darat; keanekaragaman ini jauh lebih tinggi daripada di Afrika. Indonesia terbagi menjadi dua zoogeografi yang dibatasi oleh garis Wallace. Garis Wallace membelah Selat Makassar menuju ke selatan hingga ke Selat Lombok. Jadi, garis Wallace memisahkan wilayah Oriental (termasuk Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan) dengan wilayah Australia (Sulawesi, Irian, Maluku,Nusa Tenggara Barat, dan NusaTenggaraTimur).
Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Weber, seorang ahli zoology dari Jerman. Menurut Weber, hewan-hewan yang ada di Sulawesi tidak semuanya tergolong kelompok hewan Australia karena ada juga yang memiliki sifat-sifat Oriental sehingga Weber berkesimpulan bahwa hewan-hewan Sulawesi merupakan hewan peralihan. Weber kemudian membuat garis pembatas yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara menuju Kepulauan Aru yang kemudian dikenal dengan nama garis Weber.Sebagai bukti, Sulawesi merupakan wilayah peralihan, contohnya, di Sulawesi terdapat Oposum dari Australia dan kera Macaca dari Oriental. 
Fauna daerah Oriental yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan serta pulau-pulau di sekitarnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 
1)      Banyak spesies mamalia berukuran besar, seperti badak, gajah, banteng, dan harimau. Terdapat pula mamalia berkantung, tetapi jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada. 
2)      Terdapat berbagai macam kera, terutama di Kalimantan yang paling banyak memiliki primata, misalnya, orang utan, kukang, dan bekantan. 
3)      Burung-burung yang dapat berkicau, tetapi warnanya tidak seindah burung Australia, misalnya, jalak bali (Leucopsar rothschildi), murai (Myophoneus melurunus), ayam hutan berdada merah (Arborphila hyperithra), dan ayam pegar (Lophura bulweri). 
Fauna daerah Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, dan Nusa Tenggara relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri yang dimilikinya adalah sebagai berikut. 
1)      Mamalia berukuran kecil. Di Irian dan Papua terdapat kurang lebih 110 spesies mamalia, misalnya, kuskus (Spilocus maculates) dan Oposum. Di Irian juga terdapat 27 hewan pengerat (rodensial), dan 17 di antaranya merupakan spesies endemik. 
2)      Banyak hewan berkantung. Di Irian dan Papua banyak ditemukan hewan berkantung, seperti kanguru (Dendrolagus ursinus). 
3)      Tidak terdapat spesies kera. Spesies kera tidak ditemukan di daerah Australia, tetapi di Sulawesi ditemukan banyak hewan endemik, misalnya, primata primitif Tarsius spectrum, musang (Macrogalida musschenbroecki), babirusa, anoa, maleo, dan beberapa jenis kupu-kupu. 
4)      Jenis burung berwarna indah dan beragam. Papua memiliki koleksi burung terbanyak dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia, kirakira 320 jenis, dan setengah di antaranya merupakan spesies endemik, misalnya, burung cenderawasih.


2.3  Variasi pada hewan

A.    Kelas Pisces
1)      Variasi warna dan sisik pada ikan koi
Ikan koi merupakan salah satu primadona di kelas ikan hias. Bentuknya yang mirip ikan mas dengan warna dan jenis sisik yang beragam menambah daya tarik ikan ini. Tidak hanya warna dan pola sisik yang menarik, ikan koi ini juga terkenal dengan ukuran tubuhnya yang mampu mencapai ukuran jumbo.
Contoh:



2)      Variasi warna dan sisik Ikan Maskoki Oranda
Contoh:
a)      Calico Oranda
Ikan Hias | Ikan Maskoki Oranda
Calico atau sering disebut panca warna memiliki pola warna yang biasanya terdiri dari perpaduan kuning, putih, hitam, merah, dan kebiru-biruan, dimana warna hitam ini bisa berbentuk totol-totol. Ikan Hias Maskoki dengan warna ini mempunyai tipe sisik transparan atau sakura. Dimana sisik tersebut tidak mengkilat dan jika dilihat seperti tidak memiliki sisik. Ada juga dari jenis Ikan Hias Maskoki Calico yang tidak  memiliki lima warna pada tubuhnya.
b)      Blue Oranda
Ikan Hias | Ikan Maskoki Oranda
Blue Oranda adalah salah satu warna yang cukup langka dan unik. Karena biru yang dimaksud bukanlah benar berwarna biru tapi merupakan warna silver atau abu-abu yang kebanyakan warna ini tercampur dengan warna coklat tembaga. Untuk warna blue ini dapat disebut permanen, karena sudah dipastikan tidak akan mengalami mutasi lagi.
c)      Red Oranda
Ikan Hias | Ikan Maskoki Oranda
Ikan Maskoki Oranda ini mempunyai warna merah/kuning/gold/oranye/ di kepala dan seluruh tubuhnya. Warna merah bisa terlihat maksimak jika mendapatkan perawatan yang dilakukan ditempat  yang tersorot oleh cahaya matahari atau bisa dibantu juga dengan pakan pencerah warna merah.  Namun, jika perawatan dilakukan pada tempat yang tidak tersorot oleh cahaya matahari, maka warna merah tersebut akan memudar dan menjadi warna kuning atau orange.
d)     Black oranda
Ikan Hias | Ikan Maskoki Oranda
Oranda dengan warna hitam legam di seluruh tubuhnya. Terdapat beberapa cara yang di efektif untuk mempertahankan warna hitam yaitu dengan air bening, PH air relatif tinggi (7-8), sinar matahari, pemkaian air dengan suhu yang relatif rendah, dan penggunaan pakan non color enhancer.

e)      Black Gold Oranda (Apache)
Ikan Hias | Ikan Maskoki Oranda
Oranda yang satu ini mempunyai warna merah/kuning/gold/oranye dan hitam pada tubuhnya. Penggunaan nama Black Gold Oranda ini digunakan pada Ikan Hias Maskoki yang memiliki sisik metalik. Warna tersebut biasanya muncul ketiak terjadi proses mutasi dari red oranda yang belum selesai, kemudian diawali dengan warna hijau yang berubah kehitaman lalu timbul warna kuning dari perut bawah yang merambat naik ke atas.
f)       Green Oranda
Ikan Hias | Ikan Maskoki Oranda
Oranda jenis ini mempunyai warna abu-abu atau hijau kehitaman. Pada Ikan Maskoki dengan genetik warna merah putih, merah, dan black, maka warna hijau ini merupakan warna yang belum mutasi. Pada suatu waktu warna ini akan mengalami mutasi sesuai dengan genetik asli warna tersebut.
g)      Red White Oranda
Ikan Hias | Ikan Maskoki Oranda
Oranda tersebut mempunyai warna merah dan putih pada tubuhnya. Perawatan warna hampir sama dengan jenis Red Oranda namun, pada saat penggunaan pakan pewarna untuk jenis ini harus diperhatikan intensitasnya. Karena jika berlebih akan megotori bagian yang berwarna putih dan membuat pola warna merah melebar.
h)      White Oranda
Ikan Hias | Ikan Maskoki Oranda
Oranda yang mempunyai warna putih penuh pada sekujur sirip dan  tubuhnya. Namun jika diberi pakan pewarna, maka Oranda ini beresiko menimbulkan bercak warna merah yang menyebabkan tidak putih penuh lagi.
i)        Sakura Oranda
Ikan Hias | Ikan Maskoki Oranda
Oranda jenis ini mempunyai sisik transparan atau sisik sakura, sama dengan Calico namun bedanya adalah penamaan sakura ini menjadi identik dengan Ikan Maskoki yang mempunyai sisik transparan dan memiliki warna putih, merah, atau merah putih. Sakura Oranda  merupakan hasil persilangan dari jenis Calico dengan sisik metalik merah putih atau merah. Pada awalnya, anakan Sakura Oranda mempunyai warna seperti Calico namun warna hitam akan menghilang saat ikan bertambah besar.
j)         Black White Oranda 
Ikan Hias | Ikan Maskoki Oranda
Oranda dengan warna ini termasuk warna yang langka. Salah satu faktornya dikarenak genetik warna hitam putih untuk tipe sisik metalik yang belum stabil.  Mutasi masih suka terjadi biasanya pada warna ini, sehingga diperlukan perawatan yang khusus untuk menjaga warnanya.
B.      Kelas amfibi
1). Variasi warna pada berbagai katak
Contoh:
a)      Giant Leaf Frog (Phyllomedusa bicolor)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/6.jpg?w=400&h=266

Katak ini sangat menarik, juga dikenal sebagai katak monyet, mengeluarkan racun ringan yang dapat memiliki berbagai efek, mulai dari sedasi dan lambung berulah sampai halusinasi. Hebatnya, suku-suku Amazon sengaja menggunakannya pada diri mereka sendiri. Mereka menggunakannya untuk mengobati luka bakar atau luka luka lain di kulit untuk mendapatkan perasaan penyegaran, serta efek opioid tertentu.

b)      Dyeing Dart Frog (Dendrobates tinctorius)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/7.jpg?w=400&h=266
Katak ini adalah katak Terbesar ketiga dari katak panah racun (poison dart frog), sekitar dua inci, katak ini  mempergunakan racun untuk membela diri dan terlihat dalam berbagai warna dan pola. Apa yang benar-benar unik tentang katak panah racun ini adalah cara suku-suku asli dari Guyana Shield memanfaatkannya. Mereka  memijat kulit beo muda dengan katak, dan efek racun dari racun katak membuat bulu burung tumbuh dalam warna yang berbeda – hal inilah yang dijadikan nama dari katak ini. Racun ini juga digunakan oleh suku-suku untuk tujuan berburu.

c)      Red-backed Poison Frog (Ranitomeya reticulatus)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/5.jpg?w=400&h=266
Katak yang paling beracun kedua dalam genusnya, setelah katak beracun splash-backed , adalah katak beracun red-backed Peru (Ranitomeya reticulatus) yang memiliki toksisitas yang dianggap ‘moderat’. Racun katak ini adalah neurotoksik ysng berasal dari semut semut yang dia makan, lalu disimpan dalam kelenjar kulitnya – dan dijadikan pertahanan yang ampuh terhadap calon penyerang yang tidak mempedulikan warna-warna peringatannya.

d)     Strawberry Poison Dart Frog (Oophaga Pumilio)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/8.jpg?w=400&h=285
Dengan kulitnya yang merah, katak panah racun stroberi kecil, yang asli Amerika Tengah ini,. Racunnya cukup kuat, menyebabkan pembengkakan dan sensasi terbakar, namun masih jauh lebih lemah bila dibandingkan dengan genus katak panah racun Phyllobates.
Katak panah racun stroberi memperoleh racun dari makanannya yaitu tungau. Tungau adalah spesies yang  arachnida kecil yang merupakan sumber utama dari alkaloid beracun yang ditemukan di kulit katak
e)      Blue Poison Dart Frog (Dendrobates azureus)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/3.jpg?w=400&h=308
Katak  bungkuk menakjubkan ini mungkin tidak seberacun Phyllobates yang terkenal diantara katak panah racun lainnya, tapi itu tidak berarti dia tidak berbahaya.Racun katak panah racun biru, dapat melumpuhkan atau membunuh predator yang mengabaikan peringatan warna terang mereka, dan bahkan bisa berpotensi mematikan untuk manusia.
f)       Lovely Poison Frog (Phyllobates lugubris)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/9.jpg?w=400&h=266
Juga dikenal sebagai katak panah beracun bergaris, katak racun yang indah dari Amerika Tengah ini adalah katak yang paling kurang beracun dalam genus Phyllobates, namun masih menghasilkan racun yang berbahaya. Jumlah toksinnya relatif rendah, mulai dari nol sampai 0,8 mikrogram, namun katak ini masih jauh dari tidak berbahaya dan dapat menyebabkan resiko gagal jantung pada predator yang memakannya.

g)      Golfodulcean Poison Frog (Phyllobates vittatus)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/2.jpg?w=400&h=268
Katak racun Golfodulcean berwarna mencolok dan dinamai dari garis-garis yang berada di punggungnya. Katak ini adalah katak keempat yang paling beracun dari genus Phyllobates, mengandung racun kurang dari tiga spesies didepannya dalam toksisitas., dengan racun yang dapat menyebabkan sakit luar biasa, kejang ringan, dan bahkan dalam beberapa kasus, menyebakan kelumpuhan

h)      Splash-backed Poison Frog (Ranitomeya variabilis)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/10.jpg?w=400&h=268
Spesies yang tinggal di pohon ini ditemukan di hutan hujan Ekuador dan Peru, katak beracun splash-backed ini adalah katak yang paling beracun dalam genusnya, dengan sekresi dari kulit yang dikatakan mampu membunuh hingga lima manusia. Warnanya yang burik mungkin terlihat cantik, tetapi mengandung pesan yang sangat jelas dan sederhana (Menjauhlah)

i)        Phantasmal Poison Frog (Epipedobates tricolor)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/11.jpg?w=400&h=266
Katak pembunuh ini benar-benar kecil namun memiliki toksisitas yang memungkiri ukurannya. Kurang dari Hanya setengah inci panjangnya, tapi merupakan paket pukulan yang sangat kuat. Racunnya dengan mudah dapat membunuh calon predator maupun manusia, tetapi juga unik karena fakta bahwa obat penghilang rasa sakit yang 200 kali lebih kuat daripada morfin – bernama epibatadine – telah dikembangkan dari katak ini. Mereka terancam punah di Ekuador, habitat aslinya, katak racun Phantasmal banyak dipelihara di penangkaran oleh para ilmuwan yang juga berusaha untuk mendapatkan toksin mereka.


j)        Kokoe Poison Dart Frog (Phyllobates aurotaenia)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/12.jpg?w=400&h=287
Phyllobates aurotaenia, juga dikenal sebagai katak panah beracun kokoe, adalah yang terkecil dari tiga katak paling beracun dari genus Phyllobates. Seperti spesies adiknya, katak ini mengeluarkan batrachotoxins yang sangat ampuh melalui kulitnya. Racun yang efeknya seperti asam, merembes melalui luka, dan mungkin pori-pori, menyebabkan gejala mulai dari sakit yang tak tertahankan dan demam kejang serta kelumpuhan.

k)      Black-legged Dart Frog (Phyllobates bicolor)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/13.jpg?w=400&h=300
Katak kedua yang paling beracun di Bumi adalah katak panah beracun black-legged, atau Phyllobates bicolor, ditemukan di barat Kolombia. Ini adalah sedikit lebih kecil dari Phyllobates terribilis dan toksisitasnya juga tidak sekuat Phyllobates terribilis, tapi sama sama berbahaya. Cukup 150 mikrogram dari racunnya yang diperlukan untuk membunuh seseorang, dan kematian manusia telah dikonfirmasi. batrachotoxin menyebabkan demam, sakit luar biasa, kejang dan, akhirnya, kematian dengan kelumpuhan pernapasan dan otot.
.
l)        Golden Poison Frog (Phyllobates terribilis)
http://melacakalam.files.wordpress.com/2011/12/1a.jpg?w=400&h=311
Berasal dari pantai Pasifik Kolombia, katak racun emas yang indah namun mematikan, Phyllobates terribilis, adalah salah satu hewan paling beracun di planet ini. Cukup kecil sehingga bisa dengan mudah berada di telapak tangan Anda. Katak ini memiliki racun dalam sekresi kulit yang cukup kuat untuk membunuh 10 sampai 20 orang, atau dua gajah Afrika. Katak ini dikabarkan telah mengakhiri kehidupan orang-orang yang telah menyentuhnya, sedangkan ayam dan anjing telah tewas hanya karena kontak dengan bekas- bekas jejak katak ini.
Racun katak panah emas ini adalah batrachotoxin yang membunuh dengan menghalangi impuls saraf tubuh, membuat otot-otot kejang, dan akhirnya menyebabkan gagal jantung.

C.     KELAS  REPTIL

1). Variasi ukuran tubuh dan bentuk pada berbagai Buaya.

Buaya adalah nama Indonesia untuk menyebutkan jenis reptil yang berasal dari famili atau suku Crocodylidae. Selain buaya reptil ini juga dikenal dengan nama nama yang berbeda di daerah daerah di Indonesia. Orang Sunda atau Banjar menyebutnya buhaya, di Jawa Tengah & Timur reptil ini disebut baya atau bajul, di Betawi disebut bekikok, bekatak, buaya katak (buaya yang bertubuh kecil gemuk), senyulong, buaya jolong jolong (Melayu). Dalam bahasa Inggris buaya disebut crocodile. Buaya termasuk hewan purba yang hanya mengalami sedikit perubahan evolusi semenjak zaman dinosaurus. Boleh dikatakan, buaya yang ada saat ini dengan yang ada pada zaman dinosaurus dulu relatif tidak jauh berbeda atau berubah.
Berbagai macam jenis (spesies) buaya termasuk spesies buaya di Indonesia memiliki ciri -ciri yang hampir sama. Pada umumnya habitat buaya adalah di perairan air tawar seperti danau, rawa dan sungai, tapi ada juga jenis buaya yang hidup di air payau seperti buaya muara. Buaya adalah pemangsa yang menyergap mangsanya. Buaya menunggu mangsanya mendekat lalu akan menerkamnya dengan tiba tiba.
Makanan buaya meliputi ikan, unggas dan beberapa mamalia. Selain mampu bergerak dengan cepat dan tiba tiba, buaya juga mempunyai rahang yang memiliki kemampuan mencengkeram yang sangat kuat. Tekanan gigitan rahang buaya dipercaya sebagai yang terkuat. Tetapi ironisnya, otot otot yang berfungsi untuk membuka mulut buaya sangat lemah. Pada satu percobaan terbukti bahwa buaya tidak mampu membuka mulutnya yang sudah diplester dengan beberapa lilitan saja.
Contoh:
a. Buaya muara (Crocodylus porosus).

http://i50.tinypic.com/wivmdz.jpghttp://alamendah.files.wordpress.com/2010/05/buaya-muara-crocodylus-porosus.jpg?w=400&h=250
Buaya muara adalah spesies buaya yang paling sering ditemukan di Indonesia. Buaya muara adalah spesies buaya yang terbesar, terpanjang dan terganas di antara jenis -jenis buaya lainnya di dunia. Buaya muara juga memiliki habitat persebaran yang sangat luas, bahkan terluas dibandingkan spesies buaya lainnya. Buaya muara dapat ditemukan mulai dari Teluk Benggala (India, Sri Langka dan Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji. Indonesia adalah habitat favorit buaya muara selain Australia.

b.  Buaya siam atau buaya air tawar (Crocodylus siamensis).
http://i47.tinypic.com/nmes82.jpg

Buaya jenis ini sudah termasuk dalam daftar Critically Endangered atau kritis. Buaya Siam diperkirakan berasal dari Siam. Buaya siam selain di Indonesia dapat dijumpai pula di Thailand, Vietnam, Malaysia, Laos dan Kamboja. Di Indonesia buaya siam hanya terdapat di Jawa dan Kalimantan.

c. Buaya Irian (Crocodylus novaeguineae).
http://i47.tinypic.com/23kvqfa.jpg
Buaya Irian hanya terdapat di kepulauan Irian di Indonesia dan Papua Nugini. Bentuk tubuh buaya yang hidup di air tawar ini mirip dengan buaya muara tapi memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan berwarna lebih hitam.


d. Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii).
http://i48.tinypic.com/2m7izjs.jpghttp://alamendah.files.wordpress.com/2010/05/buaya-senyulong-tomistoma-schlegelii.jpg?w=400&h=227
D.      Kelas Aves

1). Variasi warna bulu dan paruh pada berbagai jenis burung

Contoh:

a.    Cendrawasih (Suku Paradiseaidae)
http://dody94.files.wordpress.com/2011/02/2-paradise-cakrawala-d-094.jpg?w=640
Cendrawasih adalah salah satu kelompok burung tropis yang paling indah dan populer di dunia. Tingkah laku  burung jantan saat musim kawin  di pohon peragaan, membangkitkan decak kagum bagi siapa pun yang melihatnya.Bagi Ornitolog (ahli burung), Cenderawasih dianggap sebagai salah satu keluarga burung dengan modifikasi bentuk dan dekorasi tubuh yang paling ekstrim, unik dan mencengangkan. Keanekaragaman dekorasi tubuh dari masing-masing spesies Cendrawasih juga luar biasa. Tiap jenis memiliki hiasan tubuhnya sendiri.Paruhnya sabit.
b.      Toucan (Rhampastosidae)
http://dody94.files.wordpress.com/2011/02/toucans-wiki1.jpg?w=640
Paruhnya yang sangat besar dan berwarna-warni serta tingkahnya yang lucu sangatlah menarik hati. Anggota suku Rhampastidae meliputi 40 jenis, semuanya tersebar di Amerika tengah, Amerika selatan dan Karibia. Marga Rhampastos meliputi 8 jenis. 3 diantaranya dapat dilihat
c.       Merpati Hutan (Suku Columbidae)
http://dody94.files.wordpress.com/2011/02/merpati-hutan-d-0941.jpg?w=640
Berbeda dengan merpati peliharaan, sosok merpati hutan seringkali lebih indah dan berwarna warni seperti tampak
d.      Burung Madu (Nectariniidae)
http://dody94.files.wordpress.com/2011/02/isapmadu-cakrawala-d0941.jpg?w=640
Burung Madu adalah burung mungil yang cantik. Tubuhnya didominasi oleh warna-warni yang menarik. Bahkan, seringkali burung madu tampak berkilau di bawah terpaan cahaya mentari.. Berbeda dengan jenis burung lainnya, burung madu memiliki paruh melengkung panjang dengan ujung yang runcing. Paruh ini digunakan untuk mengisap sari madu yang terdapat di dalam kelenjar madu bunga. Burung madu juga diketahui memangsa laba-laba

E.     Kelas Mamalia

1). Variasi warna bulu pada kelinci

3)      Variasi warna bulu,ukuran tubuh pada berbagai anjing

a.       Chihuahua  adalah ras anjing terkecil

b.      Boxer 
 Ialah salah satu ras murni anjing. Dalam klasifikasi anjing ras, Boxer termasuk kelompokanjing pelacak.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtwZs3YKvSUVySOjK4pBFZLDeHU6AXdzYNAoKD0v_4TqzYEbXQucchVA4OjfBYwf9PSm0MJlLEVATPm9q9Z8d-hLnYvBYJ6NYsey2kbr4_OWCYDcdP0-ZirX5az2R59Y8u4w6bYmhESTCl/s200/boxer1.jpg 

c.       Chow Chow
Adalah salah satu ras anjing tertua di dunia yang berasal dari Cina Ciri-ciri utama dari anjing ini adalah bulunya tebal dan lembut, mulut dan lidah berwarna hitam, serta kaki belakang yang tidak bengkok sehingga membuat anjing ini berlari dengan kaku.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX6UnqRXZQIa6rPu1zoI2OG2NYdqlTHNDlfKmi7aAk5fpQfXslhYf9yGC4dq-CXkve2tQXthiGMuDMyQssRCL9KxbUj0cHaJsMjMLAmBO2EH9ssC16rGbhnjqZnyxuozKPFhnpl_T-FSLa/s200/chow-chow2.jpg
 



d.      Dalmatian
Adalah nama jenis anjing yang dikenal dengan warna kulitnya yang putih dengan (pada umumnya) noda-noda hitam. Variasi warna coklat juga kadang ditemukan walaupun jauh lebih jarang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqupQPulr0l-fzQZd4d-wuGmtZUz5tp2HZhIJxlSYsdezNnu5Jx0qGFP97cpVgCy4K_gH7RPn1etMSIxgEg0_hhZNr0K7fR5Tcy0HkxjxpRKrDQBonge-Z-2siFBJgSxBODRk1U5ZB2ofG/s320/dalanatomi.jpg

e.       Golden Retriever 
Adalah anjing trah yang mulanya dibiakkan sebagai anjing pemburu untuk mengambil burung hasil buruan yang sudah ditembak.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCoJiN-w-53c5Pb5ApCMfaCdsS1gd9XR1VGvpN1D7kVGR1LbFmrPghzWjA3ApB-U2liMEX_EWiMt45FNgAgHr6gl5dx33rdsL0T6zMPWVDbWLZ6uqePyL80xDP-uowxbHvR78b-VEpIuez/s200/golden2.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSMOtG03rGyHTz4IPIpt_VWyYa3CPKlkHVKUXLu4-ME8QQcY_JpybBKDn2QdiLvWJve5hJQRoXZTkMVLMnSV8e1cEvZFfqWRJOcPti1vS4RGWHII_HN3P4BUoxaCAV7T-SXyE0SNmB3SY1/s200/golden4.jpg




Tidak ada komentar:

Posting Komentar