FERMENTASI PEMBUATAN TEMPE
![]() |
| Add caption |
Tujuan : Mempelajari proses fermentasi pembuatan tempe oleh
Rhizopus
Teori :
Tempe adalah salah satu sumber gizi tradisional khas
Indonesia yang merupakan hasil fermentasi yang sangat popular dan sudah dikenal
sejak zaman dahulu.
Di Indonesia dikenal berbagai macam tempe, antara lain :
tempe kedele yang dibuat dari kedele dan biasa disebut tempe, tempe gembus dari
ampas tahu, tempe bungkil Dario bungkil kacang tanah, tempe benguk dari koro
benguk dan lain-lain.
Dalam proses pembuatan tempe diperlukan mokulum tempe. Di
dalam mokulum terdapat satu, dua atau beberapa jenis Rhizopus tergantung
pembuatannya. Inokulum tempe sangat berperan dalam proses pembuatan tempe,
karena kualitas tempe sangat dipengaruhi oleh kualitas inokulum.
Teknologi pembuatan tempe seperti halnya teknologi teknologi
makanan tradisional lainnya. Pada mulanya berkembang tidak didasari oleh teori
ilmiah, namun berkembang secara turun temurun berubah karena pengalaman dan
diajarkan secara lisan dan praktis dilapangan.
Pada dasarnya tempe dibuat melalui 3 tahap, yaitu : 1.
Perendaman biji kedele untuk hidrasi dan pengasaman, 2. Perebusan pengukusan
biji kedele yang telah direndam dan dikupas kulitnya, 3. Fermentasi oleh
kapang.
Inokulum merupakan bahan yang paling penting pada pembuatan
tempe sebab inokulum adalah pembawa kapang yang akan melakukan proses
fermentasi
Keping-keping biji kedele yang sudah diinokulasi dengan
inokulum, diinokulasi untuk memberi kesempatan kapang tumbuh. Suhu pertumbuhan
kapang baik antara20-37 °C.waktu pemeraman bervariasi dari 18 jam sampai 36 jam tergantung
jumlah dan jenis Rhizopus yang terdapat dalam inokulum. Tempe mempunyai
ciri-ciri warna putih yang disebabkan adanya miselium kapang yang tumbuh pada
permukaan biji kedele. Tekstur tempe kompak dan padat disebabkan karena
miselium menghubungkan dan menjalin biji-biji kedele serta mempunyai baud an
rasa yang khas.
Bahan dan Alat :
Bahan baku : kedele, ampas tahu dan lain-lain, inokulum
Cawan petri, Rice cooker, Spatula, Gelas Kimia, Inkas, Mortar,
Neraca
Prosedur :
1.
Cuci bahan baku kedele ( 1 kg ) sampai bersih
2.
Rendam kedele yang sudah bersih dalam gelas
kimia selama 20 – 24 jam
3.
Selanjutnya kedele dikuliti dan dicuci lagi
sampai bersih, biji kedele sampai tidak berlendir
4.
Biji kedele yang sudah bersih kemudian direbus
/ dikukus selama 30 menit sampai masak
5.
Kedele yang sudah masak didinginkan pada suhu
kamar di dalam inkas
6.
Bahan baku kedele masak di bagi menjadi 3
bagian :
Bagian ke 1, diinokulasi dengan inokulum
sebanyak 1g/ kg kedele
Bagian ke 2, diinokulasi dengan inokulum
sebanyak 2g / kg kedele
Bagian ke 3, diinokulasi dengan inokulum
sebanyak 3g / kg kedele
7.
Kedele yang telah diinokulasi dimasukkan ke
dalam cawan petri, selanjutnya cawan petri ditutup. Masing-masing cawan petri
diberi tanda
8.
Inkubasi di dalam inkas selama 24 – 36 jam
pada suhu kamar
9.
Amati tempe yang terbentuk secara uji
organoleptik ( warna, aroma, tekstur, kekompakan dan rasa )
10.
Bandingkan antara cawan petri yang satu dengan
yang lainnya
11.
Amati Rhizopusnya di bawah mikroskop
FERMENTASI PEMBUATAN TAPE
Tujuan : Mempelajari proses fermentasi pembuatan tape oleh khamir,
yaitu Saccharomyces sp.
Teoti :
Tape merupakan makanan tradisional yang sudah lama dikenal di
masyarakat. Tape merupakan hasil proses fermentasi oleh khamir.
Fermentasi adalah segala macam proses metabolic dimana ensim
mikroorganisme secara oksidasi, reduksi, hidrolisis atau reaksi kimia lainnya
melakukan perubahan kimia pada suatu substrat organic dengan menghasilkan
produk akhir.
Tape dapat dibuat dari berbagai macam bahan yang banyak mengadung
karbohidrat ( pati ), misalnya beras,beras ketan putih/ ketan hitam ( injin ),
ubi kayu dan lain-lain
Untuk membuat tape selain bahan baku diperlukan ragi tape. Di
dalam ragi tape terdapat khamir ( Saccharomyces sp. ). Ragi tape sangat
berperan dalam proses pembuatan tape, karena kualitas tape sangat dipengaruhi
oleh kualitas ragi tape yang digunakan.
Dalam fermentasi tape terjadi perubahan biokimia yang di lakukan
oleh ensim yang dihasilkan oleh khamir tersebut.
Amilum
Glukosa
Glukosa Etanol
Berdasarkan substratnya, fermentasi dapat dibedakan menjdi 2,
yaitu :
1.
Fermentasi substrat padat ( tempe, tape )
2.
Fermentasi substrat cair ( anggur )
Bahan dan Alat :
Bahan baku : beras/ beras ketan putih / beras ketan hitam ( injin
) / ubi kayu dan ragi tape
Alat : Cawan petri, spatula, gelas kimia, rice cooker, inkas,
mortal dan neraca
Prosedur :
1.
Cuci ½ kg bahan baku ( beras/ketan putih/ketan
hitam/ubi kayu ) sampai bersih
Untuk ketan putih / ketan hitam bahan baku
harus direndam dahulu selama 10 – 15 jam. Untuk ubi kayu, kupas kulitnya,
selanjutnya cuci sampai bersih dan ditiriskan
2.
Bahan baku yang sudah bersih, kemudian dikukus
selama lebih kurang 30 menit sampai masak
3.
Selanjutnya bahan baku didinginkan dalam inkas
yang telah dibersihkan
4.
Haluskan ragi tape dengan mortal, kemudian
timbang sebanyak 1g, 2g, dan 3g
5.
Bahan baku yang telah dingin kemudian dibagi 3
bagian.
Bagian ke 1, diinokulasi dengan ragi tape
sebanyak 1g / kg bahan baku
Bagian ke 2, diinokulasi dengan ragi tape
sebanyak 2g / kg bahan baku
Bagian ke 3, diinokulasi dengan ragi tape sebanyak
3g / kg bahan baku
Selanjutnya
bahan baku yang telah diinokulasi dimasukkan ke dalam cawan petri, kemudian
ditutup dan masing-masing cawan petri di beri tanda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar