Selasa, 15 Juli 2014

PRAKTIKUM ALGAE/GANGGANG



                                                                   
                                                            ACARA PRAKTIKUM I
ALGAE (GANGGANG)






                   1.        Pendahuluan
Algae diketemukan dimana-mana. Dia menghuni perairan baik laut maupun air tawar, d an banyak yang menjadi penyusun fitoplangton.
Disamping itu Algae diketemukan juga di tanah-tanah, batu-batuan, atau kulit-kulit pohon yang lembab. Bahkan Algae dapat bersimbiose dengan tumbuh-tumbuhan yang lain.
Tallus berbentuk uniseluler atau multiseluler. Yang multiseluler membentuk koloni berupa bola, filamen, pipih seperti pita atau bentuk-bentuk yang lain. Bahkan ada yang susunan tallusnya sangat kompleks menyerupai tumbuhan tinggi. Algae tidak mempunyai berkas pengangkutan.

Hidup secara ototrotrof, sebab dia mempunyai klorofil (dapat) melaksanakan fotosistesis).
Pigmen lain yang dikandung antara lain : Fikosianin, Fikoeritrin, Fikosantin, Karoten dan Santofil.
Perkembangbiakan :
Aseksual            : Dengan pembelahan, fragmentasi, akinet dan membentuk spora
Seksual              : Gametangium (Anteredium dan Oogonium)
Gamet yang dihasilkan antara lain : isogamet, anisogamet dan heterogamet
Alat perkembangbiakannya satu sel, dan bila banyak sel setiap sel fertia.
Pada jenis-jenis Algae tertentu menunjukkan adanya metagenesis / pergantian generasi.
Klasifikasi :
Pada klasifikasi yang lama, ganggang dikelompokkan dalam : Devisio Thallophyta, sub devisis Algae.
Fristsch membagi sub devisi Algae menjadi 11 klas.
Enam klas Algae diantaranya yang besar adalah :
1)      Klas Cyanophyceae (Blue Green Algae)
2)      Klas Clorophyceae (Green Algae)
3)      Klas Xanthophyceae (Yello Green Algae)
4)      Klas Bacillariophyceae
5)      Klas Phaeophyceae (Brown Algae)
6)      Klas Rhodophyceae (red Algae)
Ahli-ahli Algae modern tidak mengenal adanya hubungan dekat dari anggota-anggota klas yang berbeda tersebut. Masih juga berdasarkan adanya pigmen-pigmen yang dominan dan penekanan terhadap sifat-sifat morfologi, fisiologi dan sifat reproduksinya masing-masing klas pada Algae diangkat menjadi devisio. Devisio tersebut antara lain :
1)      Devisio Cyanophyta
2)      Devisio Chlorophyta
3)      Devisio Charophyta
4)      Devisio Euglenophyta
5)      Devisio Pyrrhophyta
6)      Devisio Chrysophyta
7)      Devisio Phaeophyta
8)      Devisio Rhodophyta

2.             Tujuan :
a.       Mengenal berbagai jenis Algae di alam sekitar
b.      Menentukan jenis Algae tersebut
c.       Dapat memberikan gambaran tentang morfologi dan klasifikasinya.

3.             Alat dan Bahan
a)      Alat
a.1 Mikroskop
a.2 Obyek glass dan cover glass
a.3 Pipet, pinset dan jarum
a.4 Botol untuk mengumpulkan Algae
b)      Bahan
b.1 Ambil air yang berwarna hijau / coklat dari sawah, kolam, selokan atau
      tempat-tempat yang lain
b.2 Ambil vegetasi yang menempel pada tumbuhan / hewan air atau potongan-
      potongan kayu yang terendam dalam air
b.3 Ambil lapisan hijau/biru kehitaman yang ada di tanah, batu-batuan atau kulit-
      kulit kayu yang lembab
b.4 Preparat jadi.




4.             Prosedure
a.       Ambil setetes air yang saudara kumpulkan di atas obyek glass, kemudian tutup dengan cover glass. Amati di bawah mikroskop. Jika belum menemukan ulang kembali
b.      Untuk Algae yang berbentuk benang atau yang lainnya, teteskan air bersih di atas obyek glas, kemudian ambil sepotong algae yang berbentuk benang atau lainnya, dan letakkan di atas tetesan air tadi. Tutup dengan cover glas, amati di bawah mikroskop. Kalau kesulitan menemukan Algae dalam air yang saudara sangka pasti mengandung Algae maka lewatkan air tersebutmelalui kertas saring. Jenis-jenis Algae yang ada tentu akan tertahan pada kertas saring tersebut. Pindahkan bahan yang tertahan tersebut pada obyek glas untuk diberikan.

5.             Pengamatan
a.       Tentukan jenisnya, kemudian gambar dan sebutkan bagian-bagiannya, serta sebutkan habitatnya
b.      Buat sistematikanya / klasifikasinya.





















6.            Hasil Pengamatan
7.             
1.      Chroococcus (di air jerami)




 
 













Classification:
Empire 
Prokaryota
Kingdom 
Bacteria
Subkingdom 
Negibacteria
Phylum 
Cyanobacteria
Class 
Cyanophyceae
Subclass 
Oscillatoriophycideae
Order 
Chroococcales
Family 
Chroococcaceae








2.      Chloroccocum (di air jerami)




 
 

















Klasifikasi

Domain         :  Eukaryota
Kingdom       :  Plantae
Division        :  Chlorophyta
Class             :  Chlorophyceae
Order             :  Chlorococcales
 Family          :  Chlorococcaceae
Genus            :  Chlorococcum
 Spesies         :  Chlorococcum infusionum








3.      Syedra (di air jerami)





 
 













Klasifikasi
• Regnum             : Plantae
• Divisi                 : Thallophyta
• Anak Divisi       : Algae
• Bangsa               : Pennales
• Suku                  : Fnigillariaceae
• Marga                : Synedra
• Jenis                  : Synedra sp.

Deskripsi
• Sel berbentuk pipih panjang
• Termasuk golongan kersik
• Termasuk bangsa pennales
• Memiliki hipoteka dan epiteka yang nantinya akan membuka dalam proses reproduksi
• Ditengah-tengah panser terdapat celah yang membujur yang dinamakan raphe
• Habitat di air laut atau di daerah lembab
• Pada beberapa jenis memiliki dinding sel dari silikat dan pectin



4.      Rivularia (di air kolam Hydrilla)

 
 









Classification:
Empire 
Prokaryota
Kingdom 
Bacteria
Subkingdom 
Negibacteria
Phylum 
Cyanobacteria
Class 
Cyanophyceae
Subclass 
Nostocophycideae
Order 
Nostocales
Family 
Rivulariaceae
Genus 
Rivularia
Pada umumnya Rivularia melekat pada batu, kayu, atau tumbuhan air. Marga ini berisi jenis yang berkumpul dalam bola bergelatin. Trichoma meruncing dari bagian basal sampai ke ujung. Pada Rivularia tidak dijumpai akinet. Genus ini dapat dijumpai pada batu karang terjal yang basah.


5.      Pinnularia (di air kolam Hydrilla)



 
 








Domain:
Kingdom:
Phylum:
Class:
Order:
Family:
Genus:
Pinnularia
Ehrenberg



6.      Oedogenium (di air kolam)




 
 










Kingdom:
Division:
Class:
Order:
Genus:
Oedogonium
(Hirn, 1900) Link[1][1]


7.      Oscillatoria Foremi (air kolam Hydrilla)




 
 









Kingdom: Bacteria
Phylum: Cyanobacteria
Class: Cyanophyceae
Genus: Oscillatoria
Vaucher ex Gomont, 1892
Oscillatoria princeps
Vaucher ex Gomont














ACARA PRAKTIKUM II
FUNGI (JAMUR)

1.             Pendahuluan
Fungi banyak diketemukan di tempat-tempat yang lembab/basah, dan banyak zat organiknya. Biasanya senang hidup di tempat-tempat yang sedikit asam. Cahaya bukan merupakan syarat mutlak bagi kehidupannya.
Tallus dapat berbentuk sel tanggul atau hifa (bersekat maupun tidak bersekat). Hifa dapat tumbuh dan bercabang-cabang sehingga merupakan jaring-jaring/anyaman. Bentuk yang demikian ini disebut miselium.
Dinding sel/hifa umumnya disusun oleh selulosa tapi pada jamur tinggat tinggi disusun oleh kitin. Pada jenis tertentu dinding selnya mengandung zat kalosa, zat serupa ligmin dan beberapa zat organik.
Komposisi dinding sel dipengaruhi oleh zat-zat yang tersedia dalam tempat tumbuh jamur dan juga oleh faktor-faktor lain seperti pH atau suhu.
Nukleus jamur tergolong eukarion. Dalam sel/hifa jamur ada yang mempunyai satu inti, tapi ada yang lebih dari dua inti. Yang berinti banyak disebut senosit.
Tidak mempunyai klorofil dan cara hidupnya adalah heterotrof. Dapat sebagai saprofit atau parasit.
Reproduksi aseksual dengan fragmentasi, spora (sporangiospora, konidia, klamidospora) dan tunas (blatospora).
Reproduksi seksualnya dapat dengan hifa yang kompatible atau membentuk gametangium. Gamet-gamet yang dihasilkan dapat isogamet, anisogamet atau heterogamet.
Klasifikasi
Klasifikasi jamur masih belum sempurna. Sebab filogeni dari masing-masing spicies belum seluruhnya jelas. Penelitian-penelitian lebih lanjut memungkinkan perubahan-perubahan dalam klasifikasi.
Menurut konsep dari Alexopoelus dan Martin, jamur dikelompokkan dalam :
Deviso :Mycota
1)      Sub Devisio Myxamycotina
a.       Klas Pseudomyxamycotina
b.      Klas Plasmodiophoromycetes
c.       Klas Myxomycetes
2)      Sub Devisio : Eumycotina
a.       Klas Chytridiomycetes
b.      Klas Myphochytridiomycetes
c.       Klas OOmycetes
d.      Klas Zygomycetes
e.       Klas Trichomycetes
f.       Klas Ascomycetes
f.1 Sub klas Heulascomycetidae
f.2 Sub klas Euascomycetidae
f.3 Sub klas Loculoascomycetidae
g.      Klas Basidiomycetes
g.1 Sub klas Heterobasidiomycetidae
Sub klas Homobasidiomycetidae

2.             Tujuan :
1.      Dapat mengenal berbagai macam jenis jamur di alam sekitar
2.      Dapat mengenal keanekaragaman dan berbagai warna spora
3.      Dapat mengenal keanekaragaman tubuh buah jamur makroskopis (kalau mungkin jamur makroskopis)
4.      Dapat menetukan jenis jamur tersebut
5.      Dapat memberikan gambaran tentang morphologi dan klasifikasinya

3.             Bahan dan alat-alat :
Alat-alat :
-          Mikroskop cahaya lengkap
-          Obyek glass dan cover glass
-          Pipet tetes, pinset dan jarum
Bahan :
1)      Tempe
2)      Roti basah
3)      Yeast roti
4)      Ragi tape
5)      Cairan gula kelapa / gula pasir
6)      Alkohol dan aquadest
7)      Jenis-jenis jamur makroskopis
-            Jamur kuping
-            Jamur papan
-            Jamur payung
-            Jamur merang
4.             Prosedure
1)      Tempe
Taruhlah sepotong tempe di tempat yang lembab dan tertutup, sampai terlihat jamurnya tumbuh (± 1-3 hari). Setelah terlihat adanya koloni jamur yang berwarna putih dan kehitaman ambillah dengan hati-hati dengan pinset atau jarum dan taruhlah di dalam tetesan air yang terdapat pada obyek glass kemudian ditutup dengan cover glass. Amati dengan pembesaran kecil 15 x kemudian pembesaran besar / kuat 65 x kemudian tentukan jenisnya, (gambar dan sebutkan bagian-bagiannya)
2)      Roti basah
Taruhlah sepotong roti basah ditempat yang lembab dan tertutup, sampai cendawannya tumbuh (± 1-3 hari). Cara pengambilan dan pengamatan sama dengan tempe.
3)      Yeast roti dan ragi tempe
A.    Buatlah larutan gula pasir atau larutan gula kelapa, kemudian ambil sebagian ragi dan beberapa butir yeast dan dimasukkan ke dalam larutan gula (terdiri dari dua tempat, masing-masing diisi ragi tape dan yeast). Kocok campuran tersebut sampai ragi/yeast terlarut kemudian tutuplah botol / tempat dengan rapat, kemudian simpan di tempat yang gelap dan cukup hangat selama 24-48 jam
Pengamatan : sediakan gelas obyek yang bersih kemudian teteskan satu tetes medium ragi yang sebelumnya dikocok terlebih dahulu, kemudian tutup dengan cover glass amati dengan pembesaran lemah dan kuat. Hal yang sama lakukan pada medium yeast
B.     Taruhlah ragi tape di tempat tertutup dan lembab sampai tumbuh cendawannya (± 2-4 hari). Amati seperti pada tempe.
4)      Jamur-jamur Makroskop
Ambil beberapa jamur yang akan diperlukan serta catatlah tempat hidup di mana jamur diperoleh.
Pengamatan : catatlah dan gambar warna dari tubuh buah, kemudian ketuk-ketukan tubuh buah jamur di atas kertas putih. Kumpulkan spora yang berjatuhan tersebar di atas kertas ke tengah-tengah kertas, kalau sudah terkumpul maka warna spora dapat ditentukan. Ambilah kaca benda / obyek glass yang bersih yang telah di tetesi oleh air di tengah-tengahnya, kemudian ambil dengan ujung jarum yang telah dibasahi sejumlah spora untuk dipindahkan ke tengah-tengah kaca benda kemudian tutup dengan cover glass. Amati di bawah mikroskop dengan pembesaran lemah dan kuat.

5.             Pengamatan
a)        Tentukan jenisnya, kemudian gambar dan sebutkan bagian-bagiannya, serta sebutkan habitatnya
b)        Buat sistematikanya / klasifikasinya.

6.             Hasil Pengamatan Jamur Mikroskopis
1)      Jamur Di nasi
Mucor sp                                                      Rhizopus sp







 


 
 








Monillia sitophila




 
 










Klasifikasi
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Zygomycota
Ordo         : Murcorales
Familia     : Murcoraceae
Genus       : Mucor
Spesies     : Mucor mucedo

Klasifikasi
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Zygomycota
Ordo         : Murcorales
Familia     : Murcoraceae
Genus       : Rhizopus
Spesies     : Rhizopus sp


Kalsifikasi
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Ascomycota
Ordo         : Sordariales
Familia     : Sordariaceae
Genus       : Neurospora
Spesies     : Neurospora sitophila

Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif.
Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.
Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini, misalnya :Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp., Trichophyton sp. penyebab penyakit kurap.
MIKORHIZA
Mikorhiza adalah simbiosis antara jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi, jamur yang dari Divisio Zygomycotina, Ascomycotina dan Basidiomycotina.



2)      a. pada roti biasa yang berjamur



 
 



Mucor sp



Klasifikasi
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Zygomycota
Ordo         : Murcorales
Familia     : Murcoraceae
Genus       : Mucor
Spesies     : Mucor mucedo









b. pada roti kukus yang berjamur



 
 



                                                                      Rhizopus sp



Klasifikasi

Kingdom  : Fungi
Divisio      : Zygomycota
Ordo         : Murcorales
Familia     : Murcoraceae
Genus       : Rhizopus
Spesies     : Rhizopus sp



3)     

 
Pada buah delima yang berjamur (penicillium)









4)      Pada buah jeruk yang berjamur (penicillium)



 
 








Penicillium merupakan jenis kapang yang banyak tersebar dialam dan penting dalam mikrobiologi pangan.Penicillium menyebabkan kerusakan pada bahan sayuran, buah – buahan ( penicillium expanum : biru – hijau pada buah busuk ) dan serilia, tetapi juga digunakan untuk industry misalnya untuk antibiotic antibiotic penisilin ( Penicillium notatum dan Penicillium chysogenim ).
Berikut ini adalah Klasifikasi ilmiah jamur Penicillium :
Kerajaan          :           Fungi
Filum               :           Ascomycota
Kelas               :           Euascomycetes
Ordo                :           Eurotiales
Family             :           Trichocomaceae
Genus              :           Penicillium
Spesies            :           P.marneffei     

5)      Pada tempe (Rhizopus oryzae)



 
 







JAMUR TEMPE (Rhizopus oligosporus)
1.      Klasifikasi
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Zygomycota
Ordo         : Murcorales
Familia     : Murcoraceae
Genus       : Rhizopus
Spesies     : Rhizopus oligosporus

2.      Karakteristik
ü  Koloni berwarna putih
ü  Hifa bercabang memebntuk miselium dan membentuk sporangium yang berisi spora
ü  Sporangiopora tumbuh dari stolon dan menghdap ke udara
ü  Bentuknya rhizoid atau meyerupai akar




6)      Pada Jagung  ( sama seperti di nasi yaitu jamur mucor sp )




 
 













Klasifikasi
Kingdom  : Fungi
Divisio      : Zygomycota
Ordo         : Murcorales
Familia     : Murcoraceae
Genus       : Mucor
Spesies     : Mucor mucedo






7.             Masalah-masalah
1)      Dapatkan jamur pada tempe, roti basah dan pada ragi tape dapat dimasukkan dalam satu golongan / klas? (beri alasan)
Jawab : dapat, karena antara jamur pada tempe dan roti basah sama-sama mempunyai klas yang sama,, yang melainkan dari kduanya ini adalah genus yang berbeda serta spesiesnya.
2)      Setelah anda mengadakan pengamatan tentang hal jamur baik yang mikroskopis maupun yang makroskopis apakah jamur itu pada hakekatnya merugikan atau menguntungkan manusia.
Jawab :
Peranan atau fungsi jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan, berikut peran-peran jamur dalam kehidupan.
-          Peran yang menguntungkan
a.       berperan sangat penting dalam siklus materi terutama siklus karbon, yang berperan bagi kelangsungan hidup seluruh organisme.
b.      Sebagai dekomposer kedua kelompok tersebut dapat menguraikan sisa-sisa tumbuhan, bangkai hewan dan bahan-bahan organic lainnya dan hasil pengurainya dikembalikan ke tanah sehingga dapat menyuburkan tanah.
c.       Selain ittu fungi saprofit bersama dengan protozoa dan bakteri saprofit merupakan organisme yang dapat menguraikan sampah. Berperan dalam industri antibiotik, antibiotik ini dihasilkan oleh fungi Penicillium notatum.
d.      Dapat sebagai bahan baku sumber makanan baru yaitu protein sel tunggal (PST) .
-          Peran yang merugikan
a.       Dapat menurunkan kualitas dan kuantitas makanan maupun bahan-bahan lain yang penting bagi manusia.  
b.      Fungi juga dapat menyerang bahan-bahan lain yang bernilai ekonomis seperti kayu, kulit, tekstil dan bahan-bahan paku pabrik laiinya.
c.       Fungi juga dapat berperan sebagai agen penyebar penyakit. Fungi pada umumnya lebih sering menyebabkan penyakit pada tumbuhan dibanding pada hewan atau manusia.
d.      Fungi dapat menghasilkan racun , racun yang dihasilkan beberapa fungi seperti Amanita phalloides, A. muscaria maupun Aspergillus flavus( menghasilkan aflatoksin ),  dapat sangat berbahaya bsgi manusia karena dapat menyebabkan penyakit kronis seperti kanker dan bahkan kematian.


-           

LICHINES (LUMUT KERAK)

1.             Pendahuluan
Lichenes terdapat dimana-mana. Hidup sebagai epifit pada pohon-pohonan atau hidup diatas batu/tanah sehingga merupakan vegetasi perintis. Lichenes tahan terhadap kekurangan air.
Lichenes merupakan kumpulan antara 2 organisme, yaitu gungi (Ascomycetes atau Basidiomycetes) dan Algae (Chlorophyceae atau Cyanophyceae). Hubungan antara fungi dan Algae tersebut, ada yang memandang sebagai hubungan simbiose yang mutualistis, tapi ada pula memandang sebagai hubungan yang parasitis. Fungi yang parasit pada Algae. Hal ini terbukti pada beberapa kejadian ditemukan adanya houstoria fungi di dalam sel-sel Algae.
Talus Lichenes dapat berupa :
a)      Foliose         : berbentuk lembaran seperti lumut hati
b)      Fruticose      : tegak bercabang-cabang seperti semak-semak kecil
c)      Crustose       : tubuhnya sangat tipis dan keras, seluruhnya melekat pada substrat
Reproduksi pada Lichenes dapat dilakukan dengan fragmentasi yaitu sekelompok jalinan hifa dan sel-sel Algae lepas dan pada lokasi baru akan tumbuh menjadi Lichenes. Sekelompok jalinan hifa dan sel-sel Algae yang lepas tersebut disebut soredia. Atau dapat pula masing-masing penyusun Lichenes dapat berbiak sendiri-sendiri. Algae dengan membelah, sedangkan fungi membentuk apotesia atau peritesia yang menghasilkan spora. Bila keduanya bertemu akan membentuk Lichenes. Tapi bila tidak bertemu masing-masing akan tumbuh menjadi fungi dan Algae sendiri-sendiri.
Lichenes dibedakan menjadi 2 kalompok yaitu :
a.       Ascolichenes
b.      Basidiolichenes

2.             Tujuan
a.       Mengetahui Lichenes sebagai organisme yang terdiri dari 2 organisme yang hidup bersama
b.      Dapat memberikan gambaran hubungan antara fungi dan Algae
c.       Dapat menggambarkan bentuk morfologi dan spora yang dihasilkan.

3.             Alat dan Bahan
a.       Alat-alat
-          Mikroskop
-          Obyek glas dan cover glas
-          Pipet, pinset, pisau silet/gunting
b.      Bahan
-          Parmelia yang terdapat / mempunyai apotesium
-          Usnea

4.             Prosedur
a.       Buatlah irisan melintang yang sangat tipis/hancurkan talus parmelia, kemudian letakkan diatas obyek glas yang telah ditetesi dengan air/aquades. Tutuplah dengan coper glas dan amati dibawah mikroskop
b.      Ambillah apotesiumnya dan buka pelan-pelan. Letakkan diatas obyek glas, kemudian tetesi dengan air. Tutup dengan cover glas dan amati dibawah mikroskop.

5.             Pengamatan
a.       Gambar morfologi dan sebutkan bagian-bagiannya
b.      Gambar mana yang termasuk fungi dan mana yang termasuk Algae
c.       Gambar apotesium yang utuh dan sporanya
d.      Jelaskan mengapa Lichenes sering disebut sebagai vegetasi perintis.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar