BAB I
PENDAHULUAN
- A. Analisis Situasi
Kuliah Kerja
Nyata (KKN) adalah merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Pergurun
Tinggi terutama dharma tentang pengabdian kepada masyarakat yang merupakan
suatu kebijakan pemerintah. Hal ini dapat diperlihatkan dari beberapa faktor
yang digunakan sebagai landasan-landasan yag telah ditetapkan pemerintah
sebagai program nasional.
KKN-PPM ini
merupakan progam yang wajib dilakukan oleh mahasiswa, dimana mahasiswa terjun
langsung ke masyarakat untuk menerapkan ilmu yang telah di peroleh dalam bangku
perkuliahan, sehingga program yang akan direncanakan dapat terselesaikan dengan
baik dan tepat pada waktunya.
Dalam
pelaksanaan KKN-PPM ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan
latihan, penerapan, dan pengalaman ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dari
bangku perkuliahan dan dilakukan di lingkungan masyarakat sehingga kehadiran
mahasiswa dalam KKN-PPM ini dapat memberikan suatu ilmu, bantuan pemikiran,
tenaga, dan teknologi juga seni dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan
dalam segala bidang.
Pada
kesempatan ini saya selaku penulis memfokuskan kegiatan pada bidang kesehatan
yatu mengenai Penanaman dan pemanfaatan Toga yang kami lakukan di lingkungan
SDN 8 Bonyoh.
- B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
analisis situasi yang telah disamapaikan dapat dikemukakan rumusan masalah
sebagai berikut:
- Apaka manfaat Toga bagi kesehatan?
- Bagaimana cara mensosialisasikan kepada siswa tentang pemanfaatan Toga bagi kesehatan?
- Bagaimana cara merawat Toga yang telah ditanam dilingkungan sekolah SDN 8 Bonyoh?
BAB II
TUJUAN DAN MANFAAT
- A. Tujuan
Adapun
tujuan dari penyusunan Laporan Individu ini adalah sebagai berikut:
- Tujuan Umum
Untuk
memenuhi salah satu pesyaratan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM
Universitas Mahasaraswati Denpasar, sebagai bahan evaluasi dan laporan tertulis
yang memuat hasil kegiatan yang telah dillakukan mahasiswa KKN-PPM selama
Kegiatan KKN.
- Tujuan Khusus
Dalam
pelaksanaan KKN-PPM ini mempunyai tujuan khusus penyusun laporan ini adalah
memberi pengetahuan kepada seluruh warga Sekolah Dasar 8 Bonyoh akan pentingnya
Toga bagi kesehatan dan cara penanaman dan perawatan Toga yang baik serta
membiasakan para siswa dan juga para guru untuk menanam tumbuhan terutama Toga
di lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga serta lingkungan masyarakat.
- B. Manfaat
Manfaat yang
dapat diambil dalam penyusunan laporan ini adalah sebagai berikut:
- 1. Manfaat bagi siswa
- Para siswa menjadi lebih memahami bahwa tumbuh-tumbuhan bisa digunakan menjadi obat tanpa membeli obat kemasan yang modern.
- Agar para siswa tidak hanya menerapkan penanaman dan pemanfaatan Toga di lingkungan sekolah tetapi juga diterapkan di lingkungan keluarga serta masyarakat.
- Para siswa lebih mendalami tentang kegunaan Toga.
- 2. Manfaat bagi mahasiswa
- Mengetahui lebih lebih dalam tentang Toga, supaya para mahasiswa akan lebih sadar apa pentingnya Toga bagi kesehatan.
- Mendapat pemahaman kondisi nyata tentang bersosialisasi dengan masyarakat yang nantinya akan diterapkan dalam dunia kerja dan dunia pendidikan.
- Kita lebih mengerti tentang perawatan Toga dan pemanfaatannya.
BAB III
KERANGKA
PENYELESAIAN MASALAH
Keanekaragaman hayati
yang ada di bumi ini tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan ataupun untuk dinikmati
keindahanannya saja, tetapi juga bermanfaat sebagai bahan untuk mengobati
berbagai penyakit. Tanaman yang ada, terutama yang tumbuh di Indonesia dikenal
sebagai bahan yang ampuh untuk obat dan digunakan sebagai bahan baku industri
obat di Indonesia selain juga sebagai obat-obatan tradisional. Sebenarnya,
tanaman yang berguna sebagai obat dapat juga ditemui sehari-hari.
Tanaman seperti kunyit,
jahe, jeruk pecel dapat ditanam di pekarangan rumah dan berguna
sebagai pengusir berbagai penyakit ringan sehari-hari seperti batuk, masuk
angin dan panas dalam. Tak hanya itu, beberapa tanaman yang ada Indonesia
terbukti ampuh mengatasi berbagai penyakit yang lebih berat. Beberapa bahkan
dipercaya dapat mengatasi penyakit mematikan seperti AIDS, kanker dan
sebagainya. Tanaman obat juga dapat dijadikan alternatif berobat yang lebih
aman dan alami. Selain itu, tanaman obat juga baik untuk menjaga kecantikan dan
kesehatan kulit dan tubuh. Tanaman obat dapat dikonsumsi dengan
cara diolah terlebih dahulu. Beberapa tanaman obat dapat digunakan sehari-hari
dan diolah dengan cara sederhana seperti direbus dan dicampur dengan air atau
bahan-bahan lainnya.
Pemanfatan penanaman Toga
harus sedini mungkin dijelaskan menfaatnya kepada anak-anak supaya mereka tahu
bagai mana kasiat dan pentingnya tananman obat itu. Dari pada obat-obat yang di
kemasan modern biasanya mengandung efek atau alergi kepada pengonsumsi itu
sendiri. Di SDN 8 Bonyoh kami melaksanakan penyuluhan dan penanaman Toga di
lingkungan sekolah. Mereka sangat antusias dalam pelaksaan kegiatan tersebut.
Dari kegiatan penanaman Toga para siswa jadi tahu pentingnya tumbuh-tumbuhan
ternyata memiliki kasiat untuk mengobati penyakit tanpa membeli obat-obat
modern yang ada di apotek atau di toko obat.
Adapun tumbuhan yang
sudah kami tanam di SDN 8Bonyoh yaitu antara lain jahe, lidah buaya, kencur,
kunyit, kumis kucing, lengkuas. Sebelum melaksanakan kegiatan penanaman dan
pemanfaatan Toga, diambil langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Kami melakukan koordinasi
kepada kepala Sekolah Dasar 8 Bonyoh. Tujuannya supaya kegiatan penanaman dan
pemanfaatan Toga bisa berjalan dengan baik dan lancer.
2.
Supaya siswa-siswi SDN 8
Bonyoh mengetahui apa pentingnya dan manfaat Toga buat kesehatan, kami
melakukan penyuluhan tentang kasiat tumbuh-tumbuhan Toga. Jadi para siswa
mengerti apa tujuan kita menanam Toga dan mengetahui fungsi masing-masing
tumbuhan Obat tersebut.
3.
Melaksanakan kegitan yang
baik dengan program yang direncanakan.
kami melakukan penanaman Toga bersama dengan seluruh siswa dan para guru di lingkungan sekolah. Memerlukan kerjasama yang baik antara Mahasiswa dan pihak sekolah agar kegiatan berjalan dengan lancar.
kami melakukan penanaman Toga bersama dengan seluruh siswa dan para guru di lingkungan sekolah. Memerlukan kerjasama yang baik antara Mahasiswa dan pihak sekolah agar kegiatan berjalan dengan lancar.
- BAB IV
- PELAKSANAAN KEGIATAN
5.
A. Realisasi Penyelesaian Masalah
6.
Penyusunan kegiatan yang tepat dan
jelas harus di persiapkan sebelum kegiatan. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan
kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan program kegiatan. Dalam penanaman Toga di
lingkungan sekolah adalah salah satu cara untuk member itahu kepada siswa-siswa
akan penting dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Mereka akan lebih mengenal
tumbuhan apa yang bisa digunakan sebagai obat dan fungsi tumbuhan itu sebagai obat
apa. Dalam pelaksanaan penanaman TOGA ini harus diperlukan kerjasama yang baik
antara pihak sekolah dan mahasiswa.
7.
Penanaman dan pemanfaatan TOGA ini saya lakukan di SDN 8 Bonyoh. Para siswa
sangat antusias sekali dalam menyimak dan ikut menanam tumbuhan obat tersebut.
8.
Table4.1
|
Tanggal
|
Kegiatan
|
|
Kamis, 29
September 2011
|
Permohonan
ijin kepada Kepala Sekolah SDN 8 Bonyoh
Observasi
keadaan SD dan siswa-siswi SDN 8 Bonyoh
Identifikasi
masalah
|
|
Rabu, 5
Oktober 2011
|
Pembagian
kuisioner awal
Perencanaan
program
|
|
Rabu, 26
Oktober 2011
|
Pengumpulan
Toga
|
|
Sabtu, 29
Oktober 2011
|
Penyuluhan
tentang pemanfaatan Toga
Penanaman
Toga di lingkungan sekolah
|
|
Selasa, 22
November 2011
|
Pembagian
kuisioner akhir
Evaluasi
|
9.
B. Khalayak sasaran
10.
Adapun yang menjadi sasaran dalam
kegiatan Penanaman dan pemanfaatan Toga di lingkungan sekolah adalah sebagai
berikut:
- 1. Sasaran seluruh siswa SDN 8 Bonyoh
12. C. Metode Yang
digunakan
13.
Metode yang digunakan dalam
penanaman dan pemanfaatan Toga adalah metode penyuluhan tentang tenaman yang
bisa di gunakan sebagai obat dan apa kasiatnya, kemudian menanam tumbuhan obat
di lingkungan sekolah. Metode-metode yang kami lakukan antara lain metode
observasi, ceramah, pendampingan, demostrasi.
- BAB V
- HASIL KEGIATAN
- Berdasarkan kegiatan penanaman dan pemanfaatan Toga yang telah saya lakukan di lingkungan SDN 8 Bonyoh hasil yang saya peroleh dalam program kegiatan ini berjalan dengan baik. Pihak sekolah sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan penanaman dan pemanfaatan Toga bagi kesehatan di lingkungan sekolah. Walaupun selama kegiatan terjadi sedikit kendala pada saat siswa menanam Toga dikarenakan keadaan tanah di daerah desa Ban Kubu khususnya daerah Bonyoh kurang baik. Walaupun demikian para siswa masih sangat semangat melakukan penanaman tumbuhan obat ini dengan saling bekerja sama dengan mahasiswa dan siswa-siswi sekolah dan hasil dari proses kegiatan ini berjalan dengan baik. Identifikasi masalah didapatkan dan dirumuskan berdasarkan hasil observasi dimana lingkungan di daerah ini memiliki curah hujan yang rendah yang menyebabkan tanah menjadi kering.menjadikan tumbuhan didaerah ini susah untuk hidup, diperlukan perawatan yang sangat baik untuk menjaga tumbuhan supaya tumbuh dengan baik. Pembagian kuisioner awal dilakukan bagi siswa kelas 3,4,5,6 untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa yang menunjukan persentase 60%. Dan setelah penyuluhan dan penanaman Toga kami kembali membagikan kuisioner kepada para siswa untuk mengetahui peningkatan pemahamannya. Kami mendapatkan presentase yang menunjukan 86%. Hasil yang baik ini didapatkan karena kepandaian siswa-siswi SDN 8 Bonyoh serta kerjasama yang baik antara mahasiswa KKN-PPM dan guru-guru SDN 8 Bonyoh.
17.
Akan tetapi penulis berharap program
penanaman Toga di SDN 8 Bonyoh ini bisa bermanfaat bagi seluruh warga sekolah
akan pentingnya Toga bagi kesehatan dan supaya para siswa dan guru-guru
memiliki kebiasaan untuk menanam tumbuh-tumbuhan kususnya Toga di ingkungan
sekolah mekipun pada saat pelaksanaan terjadi sedikit kendala.
18. A. Faktor
Pendorong
19.
Adapun faktor pendorong dalam
pelaksaanan kegiatan ini adalah:
- 1. Sambutan yang positif dari pihak sekolah terutama Kepala Sekolah dan para guru SDN 8 Bonyoh.
- 2. Dukungan dari seuruh staf Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar.
- 3. Dosen pembimbing yang senantiasa memberikan bimbingan, pengarahan, dan dukungan kepada kami selaku mahasiwa agar kami dapat melaksanakan tugas dan program-program dengan baik.
24. B. Faktor
Penghambat
25.
Dalam pelaksanaan kegiatan penanaman
dan pemanfaatan Toga di lingkungan sekolah. ada beberapa faktor penghambat yang
kami temukan, sehingga dari kegiatan penanaman dan pemanfaatan Toga ini kurang
maksimal, adapun faktor penghambat dari kegiatan ini adalah:
- 1. Dalam kegiatan penanaman Toga dilingkungan sekolah terjadi sedikit penghambat dikarenakan kondisi lingkungan yang memiliki curah hujan yang rendah yang mengakibatkan tanah menjadi kering. Diperlukan perawatan rutin untuk tumbuhan itu hidup, maka dari itu dperlukan kerjasama yang baik antara guru dan siswa untuk menjaga Toga agar tetap tumbuh dengan baik.
- BAB VI
- KESIMPULAN DAN SARAN
- A. Kesimpulan
30.
Setelah kami melakukan kegiatan
penanaman dan pemanfaatan Toga di SDN 8 Bonyoh kami mendapat kesimpulan sebagai
berikut:
31. 1.
Kami sebagai
penulis dalam laporan pelaksanaan kegiatan penanaman dan pemanfaatan Toga yang
telah kami lakukan di SDN 8 Bonyoh mendapatkan hasil yang baik dan cukup
memuaskan. Para siswa jadi lebih mengenal apa itu tumbuhan Toga dan bagaimana
cara pemanfaatnya untuk kesehatan.
32. 2.
Pada program
KKN-PPM yang telah terlaksanakan, mahasiswa menjadi lebih mengenal apa itu Toga
dan apa pentingya Toga untuk kesehatan. Saya selaku mahasiswa supaya bisa
menerapkan penanaman dan pemanfaatan Toga ini dilingkungan keluarga dan di
lingkungan masyarakat, yang hasilnya bisa bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
- B. Saran
- Dari kesimpulan yang telah diuraikan di atas, saya selaku penulis berharap para siswa dan para guru senantiasa melakukan kegiatan penanaman dan pemanfaatan Toga dilingkungan sekolah. Tidak hanya dilingkungan sekolah saja, tetapi juga supaya bisa diterapkan di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat agar nantinya bisa berguna untuk lebih kedepannya. Sehingga dengan seiringnya waktu kegiatan penanaman dan pemanfaatan Toga menjadi suatu kebiasaan yang akan selalu diterapkan.
- DAFTAR PUSTAKA
- Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat. 2010. Buku Pedoman Kuliah Kerja NYata.Denpasar : Universitas Mahasaraswati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar