Kamis, 24 April 2014

Alat-alat pernapasan pada manusia

1.   Hidung
Hidung merupakan salah satu gerbang masuknya udara ke dalam tubuh manusia. Hidung mempunyai rongga yang berisi rambut-rambut halus dan lendir. Apabila udara dari luar masuk melalui rongga hidung, udara tersebut mengalami beberapa perlakuan sebagai berikut :
·         Udara menjadi bersih karena terlebih dahulu disaring oleh rambut-rambut halus yang berada di rongga hidung
·         Udara mengalami penyesuaian suhu sesuai dengan suhu tubuh
·         Udara mengalami penyesuaian kelembapan sesuai dengan kondisi tubuh
Hidung juga dilengkapi dengan sel-sel yang peka terhadap bau, sehingga zat-zat yang berbahaya dan berbau busuk tidak dihirup.

  2.   Tekak (Faring)
Faring atau tekak merupakan daerah persilangan saluran makanan (esofagus) dan saluran pernapasan (trakea). Pada faring terdapat tiga bagian, yaitu :
·         Nasofaring, yaitu daerah faring yang membuka ke arah rongga hidung.
·         Orofaring, yaitu daerah faring yang membuka ke arah rongga mulut.
·         Laringofaring, yaitu daerah faring yang membuka ke arah laring.
Selanjutnya, udara dari faring akan diteruskan masuk ke laring.

  3.   Pangkal Tenggorok (Laring)
Laring merupakan daerah kotak suara dengan selaput suara (pita suara). Hal inilah yang menyebabkan kita dapat bersuara. Laring disusun oleh kepingan tulang rawan dan berfungsi untuk menyalurkan udara dari faring ke trakea. Pada bagian atas laring terdapat suatu bukaan atau celah yang disebut glotis. Pada saat makanan lewat, glotis segera menutup oleh suatu jaringan penutup yang disebut epiglotis. Epiglotis berfungsi untuk mencegah makanan masuk ke saluran respirasi.
Pada laring juga terdapat cairan yang berguna untuk menangkap debu dan kotoran yang masuk. Bila udara kotor dan mengandung banyak kuman terbawa masuk ke saluran pernapasan, maka dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada laring yang disebut laringitis (radang laring). Bila infeksi cukup parah, maka dapat mengakibatkan selaput suara membengkak dan akhirnya suara menjadi serak atau hilang sama sekali.
Gambar : laring

  4.   Batang Tenggorok (Trakea)
Dinding batang tenggorok (trakea) dan dinding bronkus (cabang batang tenggorok) terdiri atas tiga lapisan sel, berturut-turut dari dalam yaitu :
·         Lapisan epitelium (bersilia dan berlendir)
·         Lapisan tulang rawan dengan otot polosnya
·         Lapisan terluar yang terdiri dari jaringan pengikat
Selaput lendir dan rambut getar berfungsi untuk menahan dan mengeluarkan udara kotor atau debu. Batang tenggorok (trakea) terletak di daerah leher di depan kerongkongan (esofagus) dan merupakan pipa yang terdiri dari gelang-gelang tulang rawan. Tulang rawan pada trakea berfungsi untuk mencegah terjadinya pengempisan yang dapat mengganggu masuknya udara dan menjaga kekuatan trakea selama menarik napas.
Gambar : Trakea beserta penampang melintang anatomi trakea

  5.   Cabang batang tenggorok (Bronkus) & Anak cabang batang tenggorok (bronkiolus)
Bronkus merupakan cabang trakea yang mengarah ke paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Cabang tersebut tersusun atas tulang-tulang rawan yang berbentuk cincin.
Selanjutnya, udara di dalam masing-masing bronkus masuk ke dalam beberapa cabang yang lebih kecil lagi dan disebut bronkiolus. Bronkiolus tidak memiliki cincin tulang rawan. Masing-masing bronkiolus berakhir pada sekelompok kantong udara yang disebut alveoli.

  6.   Alveolus
Alveolus merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida saat bernapas. Alveolus merupakan ruangan berbentuk bola dengan dinding yang tipis dan elastis terdiri atas selapis sel berbentuk sisik (kuboid) dan dikelilingi oleh kapiler darah. Dengan dinding yang tipis (selapis sel) dan adanya kapiler darah akan mempermudah proses difusi oksigen dari udara ke dalam darah dan proses difusi karbon dioksida dari darah ke udara luar dalam alveolus (O2 dan CO2). Paru-paru manusia mempunyai + 300 juta alveolus. Gelembung-gelembung alveolus ini yang menyebabkan luas permukaan difusi udara pada paru-paru menjadi 50 x luas permukaan kulit tubuh ( + 70 m2).
Gambar : susunan alveolus

  7.   Paru-paru
Manusia memiliki dua buah paru, kanan dan kiri, yang berada di rongga dada. Paru-paru kanan terdiri atas tiga lobi dan paru-paru kiri dua lobi. Paru-paru kiri yang berlobus dua memiliki ukuran yang lebih kecil daripada paru-paru kanan. Di dalam paru-paru, bronkus sebelah kanan bercabang tiga sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang dua, sama jumlahnya dengan jumlah lobus paru-paru. Paru-paru sebelah kanan terdiri atas tiga kelompok alveolus dan merupakan tiga belahan (tiga lobus). Sedangkan paru-paru sebelah kiri terdiri atas dua kelompok alveolus dan merupakan dua belahan paru-paru (dua lobus).
Gerakan kembang kempisnya paru-paru terjaga dari gesekan karena adanya cairan limfa di antara kedua selaput pembungkus paru-paru atau pleura. Selaput sebelah dalam disebut pleura viseralis atau pleura paru-paru, sedangkan selaput sebelah luar disebut pleura parietalis atau pleura dinding rongga dada. Tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil daripada tekanan udara luar ( + 3-4 mmHg).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar